Berbalik Menyerang Abdul Wahid, Tokoh Muda Riau Sebut Dani Nursalam Bak Kacang Lupa Kulitnya !

Rabu, 10 Juni 2026 | 14:57:05 WIB

MimbarRiau.com – Polemik keterangan yang disampaikan mantan anggota DPRD Riau, Dani Nursalam, dalam persidangan kembali menuai sorotan. Kali ini, kritik keras datang dari tokoh pemuda Riau, Aderman, yang menilai Dani telah berbalik menyerang sosok yang selama ini dianggap turut membesarkan karier politiknya, yakni Gubernur Riau Abdul Wahid.

Menurut Aderman, sikap Dani Nursalam saat ini mencerminkan sosok yang "lupa daratan" setelah memperoleh posisi dan pengaruh politik. "Dani ini ibarat kacang lupa kulitnya. Selama ini nebeng, dibesarkan, dan mendapat tempat di panggung politik karena kedekatannya dengan pak AW. Tapi sekarang justru berusaha menjatuhkan bahkan menggigit orang yang dulu membesarkannya," kata Aderman kepada wartawan, Rabu (10/6).

Aderman bahkan meragukan kebenaran keterangan yang disampaikan Dani dalam persidangan. Ia menuding berbagai pernyataan yang disampaikan Dani tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya.

"Semua keterangannya di persidangan bohong. Itu akal-akalan Dani saja menjual-jual nama Pak AW," tegasnya.

Lebih jauh, ia menduga terdapat tekanan politik yang menyebabkan Dani memilih mengambil sikap berseberangan dengan Abdul Wahid. Ia mengaitkan hal tersebut dengan posisi kekuasaan yang saat ini berkembang di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau.

"Informasi yang kami dapat, ada dugaan Dani ini memberikan keterangan di bawah tekanan SF Hariyanto, sehingga memilih membelot dan menyerang AW," ujar Ade.

Tak hanya itu, Aderman juga menyinggung sejumlah persoalan yang menurutnya pernah membayangi perjalanan politik Dani, baik ketika menjabat sebagai anggota DPRD Indragiri Hilir maupun saat duduk di DPRD Riau. "Dani itu dosanya banyak. Semasa dia jadi dewan di Inhil dan saat menjabat di DPRD Riau. Mungkin itu yang menjadi ancaman akan dibuka jika tidak nurut pada penguasa saat ini," ungkapnya.

Pernyataan Aderman menambah panjang daftar kritik terhadap Dani Nursalam yang belakangan menjadi sorotan publik. Pasalnya, baru-baru ini viral pernyataan seorang pramudi Badan Penghubung Riau yang menuding Dani Nursalam memberikan keterangan palsu atau tidak sesuai fakta saat memberikan kesaksian di bawah sumpah Al-Qur'an.

Pernyataan tersebut lantas menyebar luas di berbagai platform media sosial. Dalam narasinya, pramudi tersebut memaparkan versi kronologi dan fakta yang menurutnya bertentangan dengan keterangan yang disampaikan Dani di persidangan.

Di akhir keterangannya, Aderman mengingatkan Dani agar tidak bermain-main dengan sumpah yang diucapkan di hadapan majelis hakim.

"Bung Dani Nursalam cepat-cepat bertobat. Kembalilah pada kebenaran, beri keterangan sejujur-jujurnya. Jangan bohong terus, nanti dibantah lagi, malu sendiri," tutupnya. **

Terkini