ROKAN HILIR – Sudah 22 hari atau lebih dari tiga pekan berlalu sejak meninggalnya Ahriza Wati, namun hingga kini keluarga korban masih menanti kepastian penyebab kematian perempuan tersebut.
Hasil autopsi yang diharapkan dapat menjawab berbagai kejanggalan yang ditemukan keluarga juga belum mereka terima. Kondisi ini membuat keluarga berharap pihak kepolisian segera mengungkap secara terang benderang peristiwa yang menimpa korban.
Abang kandung korban, Suryadi, mengatakan kematian adiknya masih menyisakan banyak pertanyaan yang belum terjawab. Menurutnya, terdapat sejumlah kondisi pada tubuh korban yang menimbulkan dugaan adanya tindak kekerasan sebelum korban meninggal dunia.
"Kami melihat ada beberapa kejanggalan pada tubuh korban. Hidung korban terlihat patah, di bagian leher ada warna merah seperti bekas cekikan, di bagian tengkuk belakang terdapat bekas yang menyerupai hantaman benda tumpul, dan pada kedua tangan korban terlihat lebam-lebam," ujar Suryadi kepada wartawan.
Menurut Suryadi, setelah korban ditemukan meninggal dunia, keluarga segera melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak kepolisian karena menilai terdapat sejumlah kejanggalan yang perlu diungkap melalui proses hukum dan pemeriksaan ilmiah.
Selanjutnya, jenazah korban menjalani proses autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian. Keluarga berharap hasil autopsi tersebut dapat menjawab seluruh pertanyaan yang selama ini membayangi mereka.
Namun hingga memasuki hari ke-22 pascakejadian, keluarga mengaku belum memperoleh hasil autopsi maupun kepastian terkait penyebab kematian korban.
"Kami heran, sudah lebih dari tiga pekan berlalu tetapi hasil autopsi belum juga keluar. Kami hanya ingin kejelasan dan kepastian atas kematian adik kami," kata Suryadi.
Ia mengaku masih mengingat sejumlah penyampaian yang pernah diterima keluarga dari pihak kepolisian pada awal penanganan perkara.
Menurutnya, keluarga sempat memperoleh informasi bahwa dalam waktu sekitar tiga hari akan ada kepastian hukum mengenai ada atau tidaknya dugaan tindak pidana dalam kematian korban.
Selain itu, kata dia, keluarga juga masih menunggu janji Kapolsek Bangko yang pernah menyampaikan bahwa dalam waktu dua minggu kasus tersebut akan dapat diungkap.
"Saat itu kami diberitahu bahwa dalam tiga hari akan ada kepastian hukum apakah ada dugaan pembunuhan atau tidak. Kemudian kami juga masih mengingat pernyataan Kapolsek yang mengatakan dalam dua minggu kasus ini akan terungkap. Sampai sekarang kami masih menunggu perkembangan tersebut," ungkapnya.
Hal senada disampaikan ayah korban, Ahyar. Dengan penuh harap, ia meminta aparat penegak hukum bekerja maksimal untuk mengungkap penyebab kematian putrinya.
"Saya hanya ingin kebenaran. Saya berharap kematian anak saya bisa diusut sampai terang benderang. Apapun hasilnya nanti, kami ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi," ujar Ahyar.
Pada Selasa (2/6/2026) malam, wartawan melakukan peninjauan langsung ke rumah yang menjadi lokasi ditemukannya korban di Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir. Dari pantauan di lapangan, rumah tersebut masih menyisakan suasana duka mendalam dan menjadi perhatian masyarakat sekitar.
Keluarga berharap hasil autopsi dan pemeriksaan laboratorium forensik segera disampaikan agar tidak menimbulkan ketidakpastian yang berkepanjangan. Mereka juga berharap aparat penegak hukum dapat memberikan perkembangan penyelidikan secara terbuka kepada keluarga korban.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian masih menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan laboratorium forensik guna memastikan penyebab pasti kematian Ahriza Wati serta menentukan langkah hukum selanjutnya. (Rin)