ROKAN HILIR – Ketua Komunitas Sedekah Jum'at (KSJ) Riau, Muhajirin Siringo Ringo, mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir segera merealisasikan pembayaran bantuan beasiswa bagi mahasiswa tidak mampu yang hingga kini belum dicairkan.
Menurut Muhajirin, sektor pendidikan merupakan kebutuhan mendasar yang tidak boleh diperlakukan sebagai urusan yang dapat ditunda. Ia menegaskan bahwa anggaran pendidikan harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
"Saya menerima banyak sekali aduan dari mahasiswa terkait bantuan beasiswa mahasiswa tidak mampu melalui Dinas Sosial Kabupaten Rokan Hilir yang sampai saat ini belum dicairkan. Urusan pendidikan tidak ada tawar-menawar, harus dijadikan skala prioritas," tegas Muhajirin kepada media, Selasa (2/6/2026).
Muhajirin mengaku heran mengapa persoalan yang menurutnya relatif sederhana tersebut harus berlarut-larut tanpa kepastian. Apalagi jumlah penerima beasiswa yang tercatat sebanyak 448 mahasiswa, dengan nilai bantuan sekitar Rp2,3 juta per orang.
"Kalau dihitung, total anggarannya hanya sekitar satu miliar rupiah lebih sedikit. Saya heran kenapa hal yang seperti ini harus berlarut-larut. Seharusnya ini menjadi prioritas karena menyangkut masa depan anak-anak kita," ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa saat ini sudah memasuki bulan Juni 2026, sementara bantuan yang menjadi hak mahasiswa tersebut belum juga diterima. Kondisi itu dinilai sangat memberatkan para mahasiswa yang sedang membutuhkan biaya pendidikan dan kebutuhan kuliah lainnya.
"Ini sudah memasuki bulan Juni. Kapan lagi harus dibayar? Mereka sangat membutuhkan uang tersebut untuk menunjang pendidikan mereka. Jangan sampai isu yang saya dengar benar, bahwa pembayaran baru akan dilakukan melalui APBD Perubahan. Kasihan adik-adik mahasiswa kita jika harus menunggu lebih lama lagi," katanya.
Muhajirin mengungkapkan bahwa dirinya telah berkoordinasi langsung dengan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Rokan Hilir terkait persoalan tersebut. Dari hasil komunikasi itu, ia disarankan untuk berkoordinasi lebih lanjut dengan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).
"Saya sudah berkoordinasi dengan Kadis Sosial, dan beliau menyarankan agar saya berkoordinasi dengan pihak BPKAD. Karena itu, saya menyampaikan langsung kepada pejabat yang berwenang di BPKAD agar segera menuntaskan pembayaran bantuan beasiswa tersebut," ujarnya.
Sebagai Ketua KSJ Riau yang selama ini aktif dalam kegiatan sosial dan pendidikan, Muhajirin berharap pemerintah daerah dapat melihat persoalan ini dari sisi kemanusiaan dan investasi masa depan daerah.
"Kepada pejabat yang berwenang di BPKAD, mohon segera dibayarkan bantuan beasiswa ini. Ini bukan sekadar urusan administrasi, tetapi menyangkut masa depan generasi muda Rokan Hilir. Saya percaya, membantu pendidikan adalah amal jariyah yang pahalanya terus mengalir. Semoga para pelajar dan mahasiswa Rohil kelak menjadi orang-orang hebat yang mampu mengimplementasikan ilmunya untuk membangun kabupaten yang kita cintai ini," pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, para mahasiswa penerima bantuan beasiswa masih menunggu kepastian jadwal pencairan dari pemerintah daerah. (Sahnan)