JABAR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memiliki gagasan untuk tidak lagi mengenakan pajak kendaraan bermotor. Sebagai gantinya, kendaraan yang akan mengakses jalan akan dikenakan tarif jalan berbayar. Ini dinilai lebih adil.
Dikutip dari Instagram pribadinya, Dedi Mulyadi bilang Pemerintah Provinsi Jawa Barat ingin mewujudkan jalanan yang berkualitas di Jawa Barat. Jalan berkualitas yang dimaksud adalah jalan yang mulus, memiliki drainase yang memadai, dilengkapi CCTV, punya jaringan penerangan jalan umum yang memadai, dan dilengkapi pos pengamanan yang di dalamnya ada mobil derek, mobil pemadam kebakaran, ambulans, serta tim paramedis.
"Selanjutnya apabila itu semua sudah terwujud, kami ingin menghapus pajak kendaraan bermotor, kemudian diganti dengan jalan berbayar," kata Dedi Mulyadi, Selasa (12/5/2026).
"Artinya, menggunakan jalan baru bayar. Jalan tidak digunakan tidak usah bayar," sambungnya.
Dikutip detikJabar, Dedi menilai sistem pajak kendaraan menyimpan persoalan keadilan. Sebab, pemilik kendaraan tetap dibebani pajak meski belum tentu menggunakan jalan milik provinsi secara rutin. Karena itu, muncul gagasan agar beban pungutan dialihkan berdasarkan pemanfaatan infrastruktur.
"Juga ada pemikiran, kalau pengin berkeadilan, pajak kendaraan bermotor dihapus, diganti dengan jalan berbayar. Siapa yang pakai jalan provinsi, bayar. Itu kan lebih berkeadilan dibanding dengan mobilnya dipungutin pajak tapi tidak pernah jalan," ungkapnya.
Dengan skema tersebut, hanya pengguna yang benar-benar melintasi jalan provinsi yang dikenakan biaya. Konsep ini, menurut Dedi, serupa dengan mekanisme tarif jalan tol.
Meski begitu, ia menegaskan gagasan tersebut masih berada pada tahap awal pembahasan dan belum masuk tahap finalisasi. Yang paling penting menurut dia, kualitas jalan provinsi harus setara dengan kualitas layaknya jalan tol.
"Ini baru gagasan, dan tim kajiannya sudah kami siapkan untuk melakukan telaah yang melibatkan para akademisi, para pakar, dan berbagai pihak lainnya yang memiliki kepentingan dan kemauan serta kemampuan dalam membaca arah perkembangan jalan," pungkasnya. **