PEKANBARU - Hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik Provinsi Riau menunjukkan dinamika kependudukan yang semakin kompleks. Jumlah penduduk Riau kini mencapai 6,82 juta jiwa, meningkat dari 5,54 juta jiwa pada Sensus Penduduk 2010.
Kepala BPS Riau, Asep Riyadi, menyebutkan bahwa pertumbuhan penduduk di Riau dalam beberapa tahun terakhir mengalami perlambatan.
“Penduduk Provinsi Riau tumbuh melambat dengan rata-rata laju pertumbuhan sebesar 1,34 persen per tahun dalam lima tahun terakhir,” ujar Asep Riyadi, Selasa (5/5/2026).
Meski melambat, struktur demografi Riau masih menunjukkan potensi besar. Hal ini terlihat dari dominasi penduduk usia produktif yang mencapai 68,69 persen dari total populasi.
Namun demikian, rasio ketergantungan mengalami peningkatan dan mencapai 45,58 persen pada 2025. Artinya, setiap 100 penduduk usia produktif menanggung sekitar 46 penduduk usia nonproduktif.
“Rasio ketergantungan mencapai 45,58 persen. Meski meningkat, angka ini masih menunjukkan bahwa Riau berada dalam fase bonus demografi,” jelasnya.
Dari sisi fertilitas, Angka Kelahiran Total (Total Fertility Rate/TFR) Riau tercatat sebesar 2,21 atau mendekati replacement level, yakni tingkat kelahiran yang menjaga keseimbangan jumlah penduduk.
Sementara itu, kualitas kesehatan penduduk juga menunjukkan perbaikan. Angka Kematian Bayi (Infant Mortality Rate/IMR) terus menurun hingga mencapai 13,28.
Dalam hal mobilitas penduduk, hampir seluruh wilayah di Riau menjadi daerah tujuan migrasi. Kabupaten Kampar mencatat migrasi risen neto tertinggi sebesar 7,33, sedangkan Kota Pekanbaru justru mengalami migrasi neto negatif terbesar sebesar -8,41.
“Sebagian besar kabupaten di Riau menjadi tujuan migrasi, dengan Kampar mencatat angka tertinggi, sementara Pekanbaru mengalami migrasi neto negatif,” ungkap Asep.
Di sisi lain, Riau juga mulai menghadapi tantangan demografi baru. Persentase penduduk lanjut usia kini mencapai 8,65 persen, mendekati fase ageing population.
“Provinsi Riau saat ini hampir memasuki fase ageing population dengan persentase lansia sebesar 8,65 persen,” tambahnya.
Dari komposisi jenis kelamin, jumlah penduduk laki-laki tercatat sebanyak 3,47 juta jiwa atau 51,04 persen, sedangkan perempuan sebanyak 3,33 juta jiwa atau 48,96 persen. Rasio jenis kelamin sebesar 104 menunjukkan terdapat 104 laki-laki untuk setiap 100 perempuan.
Secara generasi, penduduk Riau didominasi oleh Generasi Z sebesar 26,70 persen, disusul generasi milenial sebesar 24,77 persen.
"Kedua kelompok ini mencakup hampir separuh populasi, menandakan besarnya potensi tenaga kerja produktif di masa depan," ungkapnya.
Asep menegaskan, hasil SUPAS 2025 menjadi pijakan penting dalam merumuskan kebijakan pembangunan berbasis kependudukan.
“Hasil SUPAS 2025 ini memberikan gambaran komprehensif tentang dinamika demografi Riau yang dapat menjadi dasar dalam perencanaan pembangunan ke depan,” tutupnya. **