Bupati Pelalawan Minta Penanganan Cepat Kelangkaan BBM di Pangkalan Kerinci

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:58:02 WIB
Bupati Pelalawan, Zukri

PELALAWAN - Bupati Pelalawan, Zukri Misran, meminta penanganan cepat terhadap kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di Pangkalan Kerinci dalam beberapa hari terakhir.

Permintaan tersebut disampaikan Zukri saat memimpin rapat koordinasi lintas instansi di Kantor Bupati Pelalawan, Jumat (1/5/2026), yang dihadiri unsur pemerintah daerah, camat, kepala desa, serta perwakilan Pertamina Patra Niaga.

Dalam arahannya, Zukri menekankan bahwa ketersediaan BBM memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas masyarakat sehari-hari.

“BBM merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, penanganannya perlu dilakukan secara cepat agar tidak mengganggu aktivitas warga,” ujarnya.

Ia juga meminta agar proses pengurusan kuota dapat dipercepat agar distribusi BBM kembali normal.

“Kami berharap proses ini bisa segera diselesaikan, sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan berkepanjangan,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan Pertamina Wilayah III, Riza, menjelaskan bahwa pihaknya menyalurkan BBM sesuai kuota yang telah ditetapkan pemerintah. Ia menyebut pengaturan distribusi secara nasional berada di bawah kewenangan BPH Migas.

Menurut Riza, salah satu langkah yang dapat dilakukan dalam jangka pendek adalah memperluas jangkauan distribusi.

“Upaya yang bisa dilakukan antara lain pembentukan sub-penyalur di tingkat desa, agar akses masyarakat terhadap BBM menjadi lebih mudah,” jelasnya.

Terpisah, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menyatakan telah menambah pasokan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan.

Area Manager Communication, Relations & CSR Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan penyaluran BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar ditingkatkan hingga 20 persen dari rata-rata normal, terutama menjelang libur panjang 1–3 Mei 2026.

“Sebagai langkah antisipatif, kami telah meningkatkan penyaluran BBM jenis Solar dan Pertalite hingga 20 persen dari rata-rata normal,” ujarnya.

Ia menambahkan, lonjakan konsumsi mulai terlihat di sejumlah SPBU, khususnya pada jam sibuk yang memicu antrean kendaraan.

Meski demikian, Pertamina memastikan stok BBM di wilayah Riau tetap dalam kondisi aman selama periode libur panjang.

Selain penambahan pasokan, Pertamina juga melakukan pemantauan intensif serta memperkuat koordinasi dengan lembaga penyalur guna menjaga kelancaran distribusi.

Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan pembelian berlebihan agar distribusi tetap merata.

“Kami mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan agar penyaluran bisa berjalan optimal,” tambahnya.

Dengan langkah tersebut, diharapkan distribusi BBM berangsur normal dan aktivitas masyarakat kembali berjalan lancar. **

Terkini