Tumpukan Sampah Rohil Jadi Sorotan: Warganet Sentil Isu Gaji dan Rekrutmen, Kadis LH Pasang Badan

Sabtu, 25 April 2026 | 11:24:14 WIB

BAGANSIAPIAPI – Kondisi kebersihan di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) tengah menjadi sorotan tajam di jagat maya. Berawal dari keluhan mengenai tumpukan sampah yang tak terangkut, isu ini menggelinding hingga menerjang kredibilitas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Rohil terkait pengelolaan anggaran operasional dan rekrutmen pegawai.

Keriuhan ini bermula dari unggahan di grup Facebook "Rohil Bermarwah" yang menyentil kinerja DLH. Akun tersebut menyoroti kontradiksi antara mandeknya operasional pengangkutan sampah dengan terus bertambahnya jumlah tenaga kerja.

"Ironi DLH Rohil, tak ada uang beli minyak kendraan operasional sampah dan bayar gaji pekerja, tapi pekerja baru bertambah terus," tulis unggahan tersebut.

Warganet tersebut juga meluapkan keresahannya mengenai dugaan adanya praktik membayar untuk menjadi tenaga honorer baru, sementara hak pekerja yang sudah ada justru terabaikan.

"Agak agak apak Ngapo gitu Lo pak? Uyang masuk bau tu bebaya pak, dapek lah bos bos ko duit, sementao kami yang Ado ko ajo begajipun tidak, nak ngutip sampah ajo minyak mobil haram Ado, ntah jadi apo lah macam Iko ko," tulisnya dalam dialek lokal.

Komentar ini pun memancing reaksi warga lainnya. Akun Satria Oyon turut menimpali dengan nada serupa, "Minyak tak ado jual tuk mobil sampah," sindirnya.

Menanggapi bola panas yang bergulir di media sosial tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Rohil, Suwandi, angkat bicara. Ia menepis tudingan adanya praktik jual beli jabatan tenaga honorer maupun kendala operasional yang menyebabkan sampah telantar.

Suwandi justru menantang balik warganet untuk membuktikan tuduhan serius tersebut agar tidak menjadi fitnah di tengah masyarakat.

"Kalau bisa uyang itu membuktikan masuk be bayar dan sama siapo membayarkan. Sampah stiap hari diangkat nya tak ado msalah," tegas Suwandi menanggapi kisruh tersebut.

Hingga saat ini, perdebatan di media sosial masih terus berlanjut. Publik berharap masalah pengelolaan sampah di Rokan Hilir dapat segera teratasi tanpa dibarengi isu miring terkait transparansi anggaran dan manajemen pegawai. (Rin) 

Terkini