Cegah Karhutla dari Hulu, Pemprov Riau Siapkan Dukungan Pembukaan Lahan Tanpa Bakar

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 20:36:06 WIB
Asisten III Sekdaprov Riau, M. Job Kurniawan dalam kegiatan Penanaman Sejuta Pohon Menuju Indonesia Asri di Zamrud Camp PT Bumi Siak Pusako, Kampung Duyun, Kabupaten Siak, Sabtu (10/10/2026).

SIAK – Pemerintah Provinsi Riau memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui dukungan pembukaan lahan tanpa bakar (PLTB). Langkah ini dilakukan agar masyarakat yang menggantungkan penghidupan dari sektor pertanian dan perkebunan tetap dapat mengelola lahan secara produktif tanpa meningkatkan risiko kebakaran.

Komitmen tersebut disampaikan Asisten III Sekretariat Daerah Provinsi Riau, M. Job Kurniawan, yang mewakili Plt Gubernur Riau, dalam kegiatan Penanaman Sejuta Pohon Menuju Indonesia Asri di Zamrud Camp PT Bumi Siak Pusako, Kampung Duyun, Kabupaten Siak, Sabtu (10/10/2026).

Job menyampaikan bahwa pencegahan karhutla tidak cukup dilakukan melalui imbauan kepada masyarakat. Pemerintah perlu menghadirkan alternatif yang dapat membantu warga membuka dan mengelola lahan tanpa menggunakan pembakaran.

“Ke depan, kita ingin semakin mendorong Pembukaan Lahan Tanpa Bakar atau PLTB. Pemerintah tidak cukup hanya mengimbau masyarakat agar tidak membakar lahan, tetapi juga harus hadir memberikan solusi,” tuturnya.

Sebagai bentuk dukungan, Pemprov Riau telah menyiapkan fasilitas alat berat berupa ekskavator melalui UPT Dinas PUPR untuk membantu kelompok tani membuka lahan tanpa membakar. Kelompok tani yang membutuhkan dapat mengajukan permohonan melalui pemerintah desa atau kampung untuk selanjutnya dikoordinasikan dengan UPT Dinas PUPR terdekat.

“Bagi kelompok tani yang membutuhkan, silakan mengajukan permohonan melalui pemerintah desa atau kampung. Selanjutnya, dapat dikoordinasikan dengan UPT Dinas PUPR terdekat, sehingga dapat kita fasilitasi dan dampingi sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Selain dukungan pemerintah, Job juga mendorong keterlibatan dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR). Bantuan tersebut diharapkan dapat menjangkau kelompok tani resmi dan masyarakat kurang mampu melalui penyediaan alat berat, sarana pengolahan lahan, maupun pendampingan.

“Kita memahami bahwa banyak masyarakat Riau menggantungkan penghidupannya dari pertanian dan perkebunan. Karena itu, menjaga lingkungan dan mendukung kegiatan ekonomi masyarakat harus berjalan bersama,” ujarnya.

Menurut Job, kolaborasi pemerintah daerah, masyarakat, dan perusahaan menjadi bagian penting dalam memperkuat pencegahan karhutla sejak tahap pengelolaan lahan. Dengan adanya alternatif pembukaan lahan tanpa bakar, masyarakat diharapkan tetap dapat menjalankan kegiatan ekonomi sekaligus menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran. ***

Terkini