Setelah Bertahun-tahun Miring, SDN 17 Teluk Lanus Akhirnya Direvitalisasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 09:47:47 WIB

SIAK - Harapan warga Kampung Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, untuk memiliki sekolah yang lebih layak, Kamis (01/10/2026), akhirnya terwujud. Setelah bertahun-tahun menghadapi kondisi bangunan yang miring dan lantai rusak, SD Negeri 17 Teluk Lanus kini direvitalisasi.

Revitalisasi sembilan ruang belajar dan satu bangunan kantor itu terealisasi melalui dukungan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), setelah persoalan kondisi sekolah tersebut mendapat perhatian Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli, M.Si.

Afni mengetahui kondisi sekolah tersebut saat berkunjung dan menginap di Kampung Teluk Lanus beberapa bulan lalu. Dalam pertemuan dengan masyarakat, persoalan sarana pendidikan menjadi salah satu aspirasi yang disampaikan warga.

Penghulu Teluk Lanus Irwan Syahroni mengatakan, masyarakat menyambut baik terealisasinya perbaikan sekolah tersebut.

“Alhamdulillah, hari itu terwujud. Saya mewakili masyarakat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Ibu Bupati dan RAPP atas dukungannya sehingga revitalisasi gedung sekolah SD Negeri 17 Teluk Lanus terwujud,” kata Irwan.

Sekolah yang dibangun pada masa Bupati Siak Arwin AS tersebut, sebelumnya belum pernah mendapat revitalisasi. Sejumlah ruang kelas mengalami kerusakan dan kondisi bangunan mulai memprihatinkan.

Afni mengatakan kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan, meskipun pemerintah daerah saat ini menghadapi keterbatasan anggaran akibat efisiensi APBD.

“Saya berpikir ini kondisinya di tengah APBD efisiensi, namun kita tidak boleh menyerah. Pasti masih ada jalan lain dan orang-orang baik yang membantu kita,” ujar Afni.

Afni kemudian membawa persoalan tersebut dalam pertemuan dengan manajemen RAPP di Jakarta. Dukungan perusahaan akhirnya membuat revitalisasi sekolah di wilayah pesisir tersebut dapat direalisasikan.

General Manager Senior Stakeholder Relations (SHR) PT RAPP Wan Mohd Jakh Anza mengatakan, dukungan tersebut sejalan dengan visi perusahaan untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat, termasuk melalui pembangunan yang inklusif.

“Kami memiliki visi maju dan tumbuh berkembang bersama masyarakat, salah satunya pembangunan yang inklusif,” katanya.

Afni berharap perbaikan bangunan sekolah tidak hanya mengubah kondisi fisik, tetapi juga meningkatkan semangat siswa dan guru dalam menjalankan proses belajar mengajar.

“Dengan revitalisasi bangunan sekolah ini, diharapkan para siswa dan guru lebih bersemangat dalam melakukan aktivitas mengajar,” kata mantan wartawan itu.

Selain dukungan dunia usaha, Afni menyebutkan pemerintah pusat tahun ini juga mengalokasikan dana APBN untuk revitalisasi sekolah di Kabupaten Siak.

Berdasarkan laporan yang diterimanya, sebanyak 74 sekolah jenjang TK, SD dan SMP mendapat program revitalisasi dengan nilai sekitar Rp64 miliar.

Bupati perempuan pertama di Siak itu meminta kepala sekolah terus memperbarui Data Pokok Pendidikan (Dapodik), sehingga kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan dapat terdata dengan baik. Para penghulu juga diminta ikut mengingatkan sekolah di wilayah masing-masing untuk memastikan data pendidikan selalu diperbarui.

“Kolaborasi seperti ini sangat membantu mewujudkan layanan dasar masyarakat seperti pendidikan, kesehatan dan infrastruktur yang memadai,” ucap Afni. ***

Terkini