Tim Gabungan Evakuasi Diduga Bangkai Paus di Perairan Indragiri Hilir

Jumat, 25 September 2026 | 20:23:17 WIB

DESA BENTE  - Tim Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Kepolisian Resor Indragiri Hilir, TNI, serta pemerintah setempat mengevakuasi satwa mamalia laut yang diduga bangkai paus di perairan Sungai Bahale, Desa Bente, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir, pada Jumat (25/9/2026). Penanganan dilakukan sekitar pukul 11.30 WIB untuk mengamankan bangkai satwa tersebut dari bahaya pergeseran arus laut.

Proses evakuasi melibatkan Tim Perlindungan dan Pelestarian KKP yang terdiri dari Sefrianto Permana dan Ignatius Trihantoro, Pengawas KKP Wahyuri Purnamasari, Camat Mandah Idrus, serta personel Polsek Mandah dan Koramil 08 Mandah. Petugas memindahkan lokasi bangkai satwa dari perairan Sungai Bahale menuju perairan Menteban pada koordinat 0.0068661, 103.5618265.

Guna memastikan posisi bangkai tidak kembali terseret arus air laut, petugas mengikatnya menggunakan tali pada vegetasi bakau di tepian pantai. Selain melakukan pengamanan lokasi, tim teknis KKP juga mengukur dimensi fisik satwa dan mengambil sampel darah untuk uji laboratorium.

Kapolres Indragiri Hilir AKBP Donny Eko Listianto melalui Kapolsek Mandah IPTU Indra Jaya menyatakan bahwa personel kepolisian dikerahkan untuk membantu kelancaran evakuasi serta pengamanan di area perairan tersebut. Langkah pengamanan dilakukan guna menjaga ketertiban selama proses pemeriksaan ilmiah berlangsung.

"Kegiatan ini dilakukan secara bersama-sama dengan tim Kementerian Kelautan dan Perikanan serta unsur pemerintah, TNI dan masyarakat untuk memastikan proses evakuasi berjalan aman dan tertib. Selanjutnya, hasil pemeriksaan dan identifikasi dari tim terkait akan menjadi dasar informasi lebih lanjut mengenai jenis serta kondisi hewan tersebut," ujar IPTU Indra Jaya, Jumat (25/9/2026).

Indra Jaya mengimbau masyarakat pesisir agar tidak mendekati atau melakukan tindakan mandiri terhadap bangkai mamalia laut tersebut. Pihaknya meminta warga menyerahkan seluruh proses penanganan dan peneltian kepada instansi yang berwenang.

Hasil identifikasi sampel dan pengukuran morfometri oleh tim KKP nantinya akan menentukan spesies pasti serta perkiraan penyebab kematian satwa tersebut. Informasi resmi akan disampaikan setelah seluruh tahapan pengujian sampel darah selesai dilaksanakan.

Upaya kolaborasi lintas instansi ini diharapkan dapat mempermudah proses identifikasi medis dan penanganan bangkai satwa sesuai dengan prosedur perlindungan ekosistem laut. Langkah pengamanan di lokasi perairan Menteban tetap dilanjutkan hingga seluruh rangkaian pemeriksaan teknis rampung. ***

Terkini