Diskominfotik Sambangi SDN 04 Bengkalis, Edukasi Siswa tentang Bahaya Gadget dan Cyber Bullying

Jumat, 25 September 2026 | 14:47:46 WIB

BENGKALIS - Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kabupaten Bengkalis menyambangi SD Negeri 04 Bengkalis dalam rangka Diskominfotik Sambangi Sekolah (DSS) memberikan edukasi kepada peserta didik mengenai penggunaan teknologi dan media sosial secara bijak, Jumat, 25 September 2026.

Kegiatan ini membahas berbagai dampak negatif penggunaan gadget secara berlebihan, termasuk kecanduan gadget, paparan konten yang tidak sesuai usia, hingga pengaruh tontonan digital terhadap pola pikir dan perilaku anak.

Kadis Kominfotik diwakili Sekretaris Adisutrisno, turut mengapresiasi SDN 04 Bengkalis yang dinilai aktif memanfaatkan media sosial sebagai sarana informasi dan publikasi kegiatan sekolah.

"Kami mengapresiasi SDN 04 Bengkalis yang aktif di media sosial. Berbagai kegiatan yang dilaksanakan sekolah selalu diekspos, sehingga masyarakat dapat mengetahui aktivitas positif yang dilakukan oleh sekolah," ujar Adisutrisno.

Menurutnya, keaktifan sekolah dalam memanfaatkan media sosial merupakan hal positif. Namun, pemanfaatannya tetap harus dilakukan secara bijak dan bertanggung jawab, terutama karena media digital juga memiliki berbagai risiko bagi anak-anak.

Adisutrisno berharap edukasi literasi digital seperti ini dapat terus dilakukan, sehingga peserta didik tidak hanya mampu menggunakan gadget dan media sosial, tetapi juga memahami etika, keamanan, serta dampak dari setiap aktivitas mereka di ruang digital.

"Teknologi dan media sosial harus kita manfaatkan untuk hal-hal yang positif. Jangan sampai gadget justru membuat anak-anak terpapar konten yang tidak sesuai atau terlibat dalam perundungan di dunia maya," tambahnya.

Koordinator Program DSS Diskominfotik Bengkalis, Muhammad Jazam, menjelaskan bahwa Diskominfotik memiliki fungsi sebagai regulator sekaligus perpanjangan tangan pemerintah daerah dalam bidang komunikasi dan digital.

Menurutnya, pemerintah saat ini memberikan perhatian besar terhadap perlindungan anak di ruang digital.

"Beberapa negara juga telah menerapkan kebijakan serupa. Ini menunjukkan bahwa di tengah perkembangan teknologi digital yang begitu pesat, terdapat aspek-aspek yang harus dilindungi, terutama yang berkaitan dengan tumbuh kembang anak," kata Jazam.

Jazam menambahkan pelaksanaan Program DSS juga merupakan bagian dari dukungan terhadap program Kabupaten Layak Anak (KLA). Dalam program tersebut, Diskominfotik memiliki tugas untuk memberikan edukasi kepada anak-anak agar mampu menggunakan teknologi informasi dan komunikasi secara aman, cerdas, dan bertanggung jawab serta hal lainnya yang berkaitan dengan Diskominfotik.

Materi edukasi selain disampaikan Muhammad Jazam, juga disampaikan Nurfaiza dan Haliyun Na'im. masing-masing narasumber dari Diskominfotik Bengkalis ini memberikan pemahaman mengenai penggunaan gawai yang sehat, dampak bullying terhadap korban maupun pelaku, cara membangun sikap saling menghormati antar teman, serta langkah-langkah sederhana mengenali dan menghindari hoaks di media sosial maupun aplikasi perpesanan.

Mereka diingatkan untuk tidak melakukan penghinaan, ejekan, penyebaran informasi pribadi, maupun tindakan lainnya yang dapat menyakiti atau merugikan orang lain melalui media sosial. ***

Terkini