Siak - Bupati Siak Afni Zulkifli memastikan pembinaan Al-Qur’an melalui Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tetap menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Siak di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
Menurut dia, MTQ bukan sekadar ajang mencari juara, tetapi bagian dari proses membangun generasi Qurani sekaligus menyiapkan kafilah terbaik untuk berkompetisi pada tingkat yang lebih tinggi.
Hal itu disampaikan Afni saat membuka MTQ ke-XX tingkat Kecamatan Sabak Auh di halaman Kantor Camat Sabak Auh, Kampung Bandar Sungai, Rabu (23/9/2026).
Afni menegaskan, keberadaan MTQ akan terus dipertahankan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat Kabupaten Siak. Pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan dinilai penting untuk melahirkan qari dan qariah yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga dekat dengan Al-Qur’an.
“Insyaallah event MTQ tidak akan hilang dari Negeri Istana,” kata Afni.
Afni mengatakan, perjalanan kafilah Kabupaten Siak pada MTQ tingkat Provinsi Riau di Kabupaten Kuantan Singingi serta keberhasilan kafilah Siak pada tingkat nasional menunjukkan bahwa pembinaan berkelanjutan memiliki peran penting dalam melahirkan prestasi.
Karena itu, ia meminta proses seleksi dan pembinaan kafilah terus diperbaiki. Pembinaan, menurutnya, tidak hanya berorientasi pada pencarian peserta terbaik, tetapi juga memastikan mereka memperoleh ruang dan fasilitas yang memadai untuk meningkatkan kemampuan.
“Kami komit tetap melaksanakan Musabaqah Tilawatil Quran dan memberikan perhatian serta pembinaan kepada LPTQ Kabupaten Siak, dengan memberikan fasilitas yang memadai untuk membentuk kafilah-kafilah yang hebat,” kata dia.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Afni memastikan anggaran pembinaan Al-Qur’an tetap dipertahankan, bahkan ditambah. Ia menekankan, efisiensi dalam pelaksanaan kegiatan tidak boleh mengurangi perhatian terhadap peserta yang mengikuti proses seleksi maupun mereka yang berhasil meraih prestasi.
“Efisiensi saat ini tidak akan menyentuh Al-Qur’an. Salah satunya anggaran pembinaan yang tetap, bahkan ditambah. Buat sesederhana mungkin, tetapi utamakan penghargaan untuk mereka yang mengikuti seleksi dan berprestasi,” kata dia.
Afni menjelaskan, seorang qari atau qariah tidak lahir secara instan. Di balik penampilan di atas panggung terdapat proses belajar dan pembinaan yang panjang.
Karena itu, pembinaan kafilah menjadi investasi jangka panjang yang hasilnya tidak hanya berupa prestasi dalam kompetisi, tetapi juga mendukung lahirnya generasi yang dekat dengan Al-Qur’an.
MTQ ke-XX tingkat Kecamatan Sabak Auh berlangsung pada 23–26 September 2026 dengan mengusung tema “Melalui MTQ Kecamatan Sabak Auh, Kita Bangun Generasi Qurani yang Cerdas dan Berakhlakul Karimah Menuju Masyarakat yang Agamis.”
Sebanyak 203 kafilah dari seluruh kampung di Kecamatan Sabak Auh mengikuti perhelatan tersebut. Selain berkompetisi, para peserta mengikuti proses seleksi untuk menjaring qari dan qariah terbaik yang akan dipersiapkan mewakili Kecamatan Sabak Auh pada MTQ tingkat Kabupaten Siak pada November 2026. ***