Yusril Minta Keterbukaan soal Temuan Rumah Mewah di Lapas

Kamis, 24 September 2026 | 16:18:48 WIB

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menyerukan keterbukaan soal temuan kompleks perumahan mewah yang berada di sekitar Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A CIbinong. Seruan ini ia tujukan untuk Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta Ombudsman Republik Indonesia. "Jangan ada dusta di antara kita," ujar Yusril dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 24 September 2026.

Ia menyatakan pemerintah akan membuka akses penuh kepada seluruh media massa untuk mengecek langsung keberadaan kompleks perumahan di lapas itu. "Apakah benar ada fasilitas mewah berstandar apartemen," ujar Yusril.

Yusril meminta ada penjelasan mengenai peruntukan kompleks perumahan itu. Apakah sebagai rumah pegawai, tempat asimilasi narapidana, atau kediaman bagi narapidana eksklusif. Semua kemungkinan itu, kata Yusril, harus dapat dibuktikan.

Bila benar tempat tersebut merupakan rumah bagi narapidana tertentu, maka pejabat lapas akan diberi sanksi. "Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan tidak akan segan-segan," ucap Yusril.

Namun, jika asumsi tersebut salah, Yusril meminta Ombudsman yang melakukan inspeksi mendadak dan menemukan kompleks tersebut kemarin agar memberikan klarifikasi secara terbuka. "Jangan pula ada fitnah di antara kita," kata mantan Menteri Kehakiman ini.

Sebelumnya anggota Ombudsman melakukan inspeksi mendadak di Lapas Kelas II A Cibinong pada, Rabu, 23 September 2026. Kegiatan ini berjalan setelah sempat dihalang-halangi oleh petugas Lapas Cibinong.

Pihak Lapas Cibinong tidak mengizinkan saat Ombudsman ingin mengecek tempat warga binaan. Setelah beradu argumen selama satu jam, tim Ombudsman akhirnya memutuskan hanya menyisir area lapas.

Berjarak sekitar 300 meter dari gedung Lapas, Ombudsman menemukan sebuah kompleks perumahan yang di dalamnya berdiri sekitar 10 unit rumah. “Rumahnya bagus-bagus,” ujar anggota Ombudsman, Fikri Yasin di lokasi.

Kompleks perumahan itu terletak di belakang rumah dinas kepala Lapas Cibinong. Gerbang cokelat dari kayu membatasi kompleks ini dengan area luar. Menurut Fikri, fasilitas rumah itu terbilang lengkap, mulai dari pendingin udara, kulkas, kamar, dan dapur.

Anggota Ombudsman lain, Syafrida Rachmawati, mengatakan berdasarkan pengakuan petugas, rumah-rumah tersebut adalah tempat mereka untuk beristirahat. "Saya bilang jangan mau dipindahkan tugas dari Lapas Cibinong karena fasilitas di sini mendukung kesejahteraan petugas,” kata dia.

Ida mengatakan Lapas Cibinong merupakan salah-satu Lapas terbesar di Jawa Barat yang mana banyak dihuni para narapidana ternama. Beberapa warga binaan yang tersohor adalah Harvey Moes, Ferdy Sambo, Rahmat Effendi, dan Kuat Ma’Ruf.

Tempo mencoba mengkonfirmasi temuan ini kepada Kepala Lapas Cibinong Wisnu Hani Putranto. Namun, ia belum merespon pesan maupun panggilan ke nomor pribadinya.**

Terkini