Usai Pencarian Dihentikan, KWP Gelar Doa dan Siapkan Santunan Keluarga Jurnalis

Jumat, 18 September 2026 | 21:20:19 WIB

JAKARTA - KWP menggelar doa bersama di Senayan usai SAR menghentikan pencarian. Komunitas pers tetap optimistis dan menyiapkan santunan bagi keluarga jurnalis hilang kontak.

Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) menggelar doa bersama di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (18/9/2026). Aksi tersebut digelar sebagai bentuk solidaritas atas hilangnya lima jurnalis dan tiga anak buah kapal (ABK) saat meliput erupsi Gunung Krakatau.

Doa bersama sekaligus menjadi bentuk konsolidasi komunitas pers setelah tim SAR resmi menghentikan operasi pencarian, baik di darat maupun laut, pada Kamis malam (17/9/2026) tanpa menemukan hasil signifikan.

Ketua KWP Ariawan menegaskan wartawan di Senayan tidak menyerah dan masih optimistis kelima jurnalis, yakni Bagus, Ari Basuki, Yudhistiro, Firdaus, dan Donald, bersama tiga ABK dapat ditemukan dalam keadaan selamat.

KWP juga mengapresiasi kerja keras tim penyelamat serta menyampaikan belasungkawa dan dukungan kepada keluarga para korban.

"Hari ini teman-teman dari Koordinatoriat Wartawan Parlemen beserta seluruh rekan wartawan melakukan doa bersama. Kami masih optimis dan terus berharap kelima rekan kita, termasuk tiga ABK, dapat ditemukan dalam keadaan selamat," kata Ariawan.

Meski operasi pencarian resmi telah dihentikan, KWP mengimbau warga dan nelayan di sepanjang pesisir Banten hingga Lampung untuk turut memantau kondisi perairan.

Masyarakat diminta segera memberikan informasi atau melapor ke posko jurnalis terdekat jika menemukan barang yang diduga berkaitan dengan keberadaan para korban.

Ariawan memastikan aksi solidaritas para jurnalis tidak berhenti pada doa bersama di Kompleks Parlemen.

"Kami juga mengimbau masyarakat, terutama para nelayan, ketika menemukan sesuatu yang bisa menjadi petunjuk agar diinformasikan kepada teman-teman wartawan. Berikutnya kami akan membangun komunikasi dengan organisasi wartawan lain untuk terus melakukan upaya pencarian," ujar Ariawan.

Santunan, Selain mendorong pemantauan di lapangan, KWP akan membangun komunikasi intensif dengan berbagai organisasi pers nasional untuk memperbarui informasi dan mengupayakan kelanjutan pencarian para korban.

Ariawan juga mengungkapkan KWP akan memberikan santunan kepada keluarga lima jurnalis yang hilang. Menurut dia, santunan tersebut menjadi bentuk solidaritas dan kekeluargaan di antara para jurnalis di Indonesia.

"Santunan ini kita berikan sebagai bentuk bahwa kami para jurnalis itu satu keluarga," katanya. ***

Terkini