Polisi Periksa Abah Setu yang Diduga Menghina Nabi Muhammad

Kamis, 10 September 2026 | 08:57:52 WIB

CIKARANGBARAT - Sejumlah warga menggeruduk Majelis Dzikir Nurul Hikam di Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, pada Senin, 7 September 2026. Warga berdalih pimpinan majelis, Asep Setiawan alias Abah Setu, telah menghina Nabi Muhammad SAW dalam sebuah siaran langsung.

Dalam video yang beredar, warga berkumpul di depan Majelis Dzikir Nurul Hikam. Salah seorang warga mengundang aparat hukum untuk berbicara. Dia meminta agar kasus dugaan penghinaan Nabi Muhammad itu diproses secara hukum.

Personel Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi bersama Kepolisian Sektor Cikarang Barat hadir di lokasi saat kejadian. “Untuk meminta klarifikasi terkait video yang mereka nilai memuat penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya Komisaris Besar Budi Hermanto kepada wartawan, Rabu, 9 September 2026.

Budi mengatakan petugas telah mengimbau warga tetap tenang, tidak main hakim sendiri, serta menyampaikan dugaan tindak pidana melalui laporan kepolisian. “Warga kemudian membubarkan diri pada Selasa dini hari dengan situasi aman dan kondusif,” ujar dia.

Ia menjelaskan polisi telah memeriksa Asep pada Selasa, 8 September 2026. Klaim Asep pada polisi, video yang beredar merupakan hasil dari akal imitasi atau AI. “Yang bersangkutan menyatakan video tersebut merupakan potongan rekaman dan menduga sebagian telah diubah menggunakan AI,” ucap Budi.

Asep menyatakan bersedia berdialog dan memberikan klarifikasi dalam mediasi yang dijadwalkan pada Kamis, 10 September 2026, di Polres Metro Bekasi. “Kami memahami keresahan masyarakat dan mengimbau semua pihak menjaga ketenangan, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta menghindari tindakan yang dapat memicu konflik,” kata Budi.

Dalam video yang tersebar--dan diklaim Asep merupakan produk hasil akal imitasi--Asep sedang berbincang dengan salah seorang anggota majelisnya tentang Nabi Muhammad. Anggota itu bertanya ‘Kenapa Nabi Muhammad bisa jadi kekasih Allah SWT?’. Asep kemudian terdengar menjawab, 'Emang beliau aja? … Yang disebut Muhammad itu yang mana, sih? Orang Madinah itu? Wong dia dilempar batu aja nggak bisa nolong dirinya sendiri.

Wong keracunan aja nggak bisa nolong dia sendiri. Wong pamannya aja ditolongin nggak bisa. Lagi hidup aja nggak bisa nolongin paman'. **

Terkini