Pekanbaru - Sebanyak 925 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kampar menjalani profiling sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah dalam melakukan pemetaan kompetensi, potensi, serta karakteristik aparatur, yang diselenggarakan di Kantor Regional XII BKN Pekanbaru, Selasa (8/9/2026).
Hal tersebut menjadi tindak lanjut Keputusan Kepala BKN Nomor 411 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan dan penerapan Manajemen Talenta ASN.
Kegiatan profiling ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Kampar untuk memastikan penempatan dan pengembangan ASN dilakukan secara lebih objektif, terukur, dan sesuai dengan kompetensi masing-masing aparatur.
Melalui Profiling tersebut, Bupati Kampar H, Ahmad Yuzar menyebutkan Pemerintah Kabupaten Kampar berkomitmen menerapkan sistem merit melalui Manajemen Talenta untuk mewujudkan birokrasi profesional, transparan, dan berorientasi pada kinerja. Penempatan ASN akan mengacu pada penilaian kinerja, kompetensi, potensi, penghargaan, serta integritas sehingga setiap jabatan diisi sesuai kemampuan.
Menurutnya, penerapan Manajemen Talenta menjadi strategi meningkatkan kualitas pelayanan publik. ASN yang ditempatkan sesuai kompetensi diharapkan mampu menghadirkan layanan yang lebih cepat, profesional, dan akuntabel bagi masyarakat.
Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar juga mengatakan Dengan terlaksananya profiling terhadap 925 ASN ini, Pemkab Kampar terus menunjukkan komitmennya dalam membangun ASN yang kompeten, profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan, sekaligus memperkuat birokrasi yang adaptif dan berkinerja tinggi.
“Tentunya, Langkah tersebut sejalan dengan semangat Pemerintah Kabupaten Kampar untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang semakin baik serta menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas bagi seluruh masyarakat Kabupaten Kampar.”tutupnya.”
Dalam hal tersebut, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kampar Riadel Fithri, SP, M.Si mengatakan keikutsertaan ASN dalam profiling bukanlah sebuah proses untuk menentukan lulus atau tidak lulus. Sebaliknya, hasilnya menjadi instrumen pemetaan agar setiap ASN dapat ditempatkan sesuai dengan potensi dan kompetensinya.
Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan profiling bertujuan memetakan potensi dan kompetensi masing-masing ASN sebagai salah satu bahan dalam pengelolaan manajemen talenta.
“Pemerintah Kabupaten Kampar saat ini telah menggunakan Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMATA) dalam proses rotasi, mutasi, dan promosi ASN.”ungkapnya.”
Ia juga mengatakan, Pada saat kita akan melakukan promosi, kita melihat dari box talent masing-masing ASN. Salah satu penilainya adalah nilai dari profiling ASN yang kita laksanakan hari ini.
“Untuk itu, Profiling ini kami rasa sangat penting karena kita bisa mengetahui kekuatan dan potensi masing-masing para ASN ini, nanti bisa ditempatkan pada tempat yang lebih tepat,”tutupnya.” ***