Lapas Riau Penuh, Ditjenpas Gandeng LAMR Bantu Warga Binaan Kembali ke Masyarakat

Jumat, 04 September 2026 | 17:30:30 WIB

MimbarRiau.com - Sekitar 16.700 warga binaan saat ini menghuni lembaga pemasyarakatan di Provinsi Riau, jumlah yang disebut telah melampaui kapasitas. Kondisi tersebut mendorong Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Riau menjajaki kerja sama dengan Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) untuk memperkuat pembinaan warga binaan.

Rencana sinergi tersebut dibahas dalam kunjungan Kepala Kanwil Ditjenpas Riau, Rudy F.S, bersama rombongan ke Balai Adat Melayu Riau, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Kamis (3/9/2026).

Pertemuan membahas peluang sinergi kedua lembaga, terutama keterlibatan tokoh adat dalam mendukung pembinaan warga binaan hingga membantu mereka kembali ke tengah masyarakat.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR, Datuk Seri Taufik Ikram Jamil, menyambut baik kunjungan tersebut dan menyebut LAMR sebagai rumah besar bersama yang terbuka bagi siapa saja untuk bersilaturahmi dan berkontribusi bagi Riau.

“Silaturahmi menjadi ruang membangun komunikasi, persaudaraan dan kebersamaan,” kata Taufik.

Ia berharap pertemuan tersebut tidak berhenti pada silaturahmi, tetapi dapat dilanjutkan melalui sinergi antara LAMR dan Kanwil Ditjenpas Riau yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Kanwil Ditjenpas Riau, Rudy F.S, mengatakan kunjungan ke LAMR merupakan kehormatan bagi jajaran Kanwil Ditjenpas Riau. Ia berharap pertemuan tersebut menjadi awal kerja sama dalam berbagai bidang, termasuk memperoleh dukungan tokoh adat dalam proses pembinaan warga binaan.

“Sangat suatu kehormatan bagi kami yang sudah berkenan menerima kami. Semoga ini tidak hanya silaturahmi, namun bisa kerja sama dalam berbagai hal sehingga kami mendapat dukungan dalam menjalankan program kami,” ujar Rudy.

Rudy mengungkapkan saat ini terdapat sekitar 16.700 warga binaan di Riau. Jumlah tersebut telah melebihi kapasitas lembaga pemasyarakatan, dengan kasus narkoba menjadi salah satu perkara yang dominan.

Menurutnya, pembinaan warga binaan membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk tokoh adat.

Selain menjalani hukuman, warga binaan perlu dibantu untuk menyadari kesalahan, memperoleh pembinaan kerohanian dan keterampilan, serta dipersiapkan untuk kembali ke lingkungan masyarakat.

“Kami perlu dukungan para datuk melakukan pembinaan terhadap warga binaan,” katanya.

Rudy juga berharap LAMR dapat memberikan perhatian setelah warga binaan selesai menjalani hukuman dan kembali ke masyarakat. Pendampingan tersebut dinilai penting untuk membantu mereka beradaptasi kembali dengan lingkungan sosial dan tidak mengulangi kesalahan.

Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR, Datuk Seri Marjohan Yusuf, mengapresiasi kunjungan Kanwil Ditjenpas Riau. Ia menilai kondisi lembaga pemasyarakatan yang mengalami kelebihan kapasitas membuat dukungan berbagai pihak semakin diperlukan.

“Kami mendukung dan mendoakan Kanwil Ditjenpas Riau untuk terus berbuat yang terbaik untuk Riau. Kita sadari betul bahwa kerja bapak berat,” ujarnya.

Datuk Aspandiar menambahkan, kerja sama antara LAMR dan Kanwil Ditjenpas Riau akan menjadi catatan penting bagi kedua lembaga apabila dapat direalisasikan.

“Jika kerja sama LAMR dengan Ditjenpas Riau terjalin, jelas ini catatan sejarah terbaik,” katanya. **

Terkini