Serai Serumpun Riau Pentaskan Musik Zapin pada Festival Budaya di Malaysia

Rabu, 02 September 2026 | 19:29:05 WIB
Komunitas Serai Serumpun Riau saat tampil di Selangor Malaysia

MimbarRiau.com - Komunitas Serai Serumpun Riau memicu dentang takdir baru saat menenun diplomasi budaya melalui seni pertunjukan Zapin Melayu pada Festival Dongeng Purbakala di Selangor, Malaysia, pada 28–29 Agustus 2026. Keikutsertaan delegasi asal Pekanbaru tersebut difasilitasi oleh program Dana Indonesia Raya-Dana Interaksi Budaya guna mempererat interaksi antarbangsa serumpun.

Langkah rombongan seniman ini menyusuri jejak peradaban untuk menggaungkan kembali nilai-nilai tradisi Melayu Riau di panggung internasional. Perpaduan dentum marwas, petikan gambus, serta kelihaian olah vokal dan tari menjadi sajian utama yang memukau para pengunjung festival.

Ketua Delegasi Serai Serumpun Riau, Syed M. Syukri, memberikan penjelasannya mengenai komposisi pertunjukan dan peranan penting misi tersebut saat diwawancarai pada Rabu (2/9/2026).

“Dalam festival tersebut, delegasi Serai Serumpun Riau menampilkan musik Zapin Melayu dengan perpaduan gambus, marwas, vokal, dan tari Zapin. Penampilan pada 28-29 Agustus tersebut menjadi salah satu bentuk diplomasi budaya yang memperlihatkan bahwa tradisi Melayu Riau memiliki akar budaya yang kuat dan tetap hidup di tengah perkembangan zaman,” kata Syed M. Syukri.

Syukri mencatat bahwa delegasi tersebut berkekuatan sembilan orang anggota yang berbagi peran dalam tim pertunjukan. Rombongan terdiri atas Syed M. Syukri selaku ketua delegasi, M. Aryan Maulana sebagai bendahara dan vokalis, Ridho Fatwandi selaku pemusik gambus, Lina Sinuhaji serta Nadra Eka sebagai penari Zapin, dan empat penabuh marwas yaitu Salim, Pauzul, Riyan Darmawan, serta Sulaiman.

Jejak Anak Watan Senapelan di Negeri Jiran

Perjalanan ini menjadi ruang pembuktian bagi Riyan Darmawan, seorang pemuda watan Senapelan yang konsisten merawat instrumen marwas, kompang, serta busana warisan Melayu. Kesempatan tampil di Klang, Selangor, dimanfaatkannya untuk memperluas jejaring persaudaraan bersama para penggiat busana tradisi di Malaysia.

Pemain marwas Serai Serumpun Riau, Riyan Darmawan, menumpahkan rasa syukurnya atas kesempatan berharga menembus batas negara tersebut.

“Saya sangat bangga dan bersyukur diberi kesempatan untuk perform di Selangor, Malaysia. Bukan hanya tampil membawa seni Zapin, tetapi juga bisa berjumpa dengan guru, cikgu-cikgu dan sahabat-sahabat seperjuangan di bidang busana warisan Melayu. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya sebagai anak watan Senapelan yang terus belajar dan menggeluti warisan budaya Melayu,” kata Riyan Darmawan.

Pertemuan lintas batas ini menegaskan bahwasanya khazanah Melayu senantiasa memiliki ruang yang lapang untuk dipelajari dan dirawat bersama.

Menyemai Regenerasi Penggiat Seni Melayu

Selain menjadi ajang unjuk kebolehan seni, riwayat perjalanan ke Malaysia ini dirancang sebagai wadah menempa kapasitas kolektif seluruh anggota komunitas. Komunitas tidak hanya berfokus pada agenda pergelaran, tetapi juga berupaya membuka ruang pengalaman serta pembangunan jejaring seni bagi para anggotanya.

Pelantun lagu sekaligus Bendahara Serai Serumpun Riau, M. Aryan Maulana, menyampaikan pentingnya pembinaan generasi penggiat budaya yang berani berinteraksi di ruang global.

Selain menjadi ajang unjuk kebolehan seni, riwayat perjalanan ke Malaysia ini dirancang sebagai wadah menempa kapasitas kolektif seluruh anggota komunitas. Komunitas tidak hanya berfokus pada agenda pergelaran, tetapi juga berupaya membuka ruang pengalaman serta pembangunan jejaring seni bagi para anggotanya.

Pelantun lagu sekaligus Bendahara Serai Serumpun Riau, M. Aryan Maulana, menyampaikan pentingnya pembinaan generasi penggiat budaya yang berani berinteraksi di ruang global.

Menjaga Marwah Melayu Hingga Masa Depan

Harmoni denting musik Zapin sukses menjelma menjadi jembatan emosional yang menyatukan masyarakat Riau dan Semenanjung Melayu dalam bingkai kebudayaan serumpun. Pertukaran ide serta dialog antarseniman di Selangor memantapkan posisi tradisi Melayu agar tak lapuk diimpit zaman.

Harmoni denting musik Zapin sukses menjelma menjadi jembatan emosional yang menyatukan masyarakat Riau dan Semenanjung Melayu dalam bingkai kebudayaan serumpun. Pertukaran ide serta dialog antarseniman di Selangor memantapkan posisi tradisi Melayu agar tak lapuk diimpit zaman. **

Terkini