Bupati Siak Minta Pembenahan RSUD Tengku Rafi'an Dipercepat

Rabu, 02 September 2026 | 12:08:14 WIB
Bupati Siak Afni Z pimpin rapat evaluasi bersama Dinas Kesehatan dan jajaran RSUD Tengku Rafi’an di Aula RSUD Tengku Rafi’an, Selasa (1/9/2026).

MimbarRiau.com - Bupati Siak Afni Z meminta pembenahan RSUD Tengku Rafi’an dipercepat dengan memprioritaskan empat sektor, yakni pelayanan, keuangan, infrastruktur, dan fasilitas penunjang.

Hali tersebut disampaikan Afni saat memimpin rapat evaluasi bersama Dinas Kesehatan dan jajaran RSUD Tengku Rafi’an di Aula RSUD Tengku Rafi’an, Selasa (1/9/2026).

Dalam sektor pelayanan, Afni meminta penataan dan pemetaan tenaga kesehatan dilakukan agar penempatan pegawai lebih dekat dengan keluarga. Menurutnya, persoalan tersebut perlu mulai dibenahi dari tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), baik penuh waktu maupun paruh waktu.

"Kasihan kalau yang tinggalnya di Sungai Apit tapi tugasnya di Kandis. Dengan gaji segitu periuk nasinya dua. Saya minta tahun ini itu diselesaikan," ujar Afni.

Pada sektor infrastruktur dan kelengkapan administrasi, Afni menyoroti dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) RSUD yang disebut belum tuntas sejak 2022. Ia meminta persoalan tersebut segera diselesaikan.

"AMDAL harus segera ada. Masalahnya dari tahun 2022 sudah di-warning, harusnya dikerjakan saat itu juga," kata dia.

Sementara itu, pada sektor keuangan, Afni meminta pengelolaan parkir RSUD dilakukan secara profesional tanpa juru parkir sebagai salah satu upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ia juga meminta persoalan defisit rumah sakit yang masih menggunakan pola "gali lubang tutup lubang" segera ditekan.

"Di Desember saya inginnya terminimalisir. Ini kerja berat semuanya, tolong dikawal dengan baik dan saya akan evaluasi lagi misalnya bulan depan," kata dia.

Untuk fasilitas penunjang, Afni menginstruksikan pembangunan rumah singgah bagi keluarga pasien dari luar daerah. Rumah singgah tersebut direncanakan memanfaatkan aset Pemerintah Kabupaten Siak dan ditargetkan tersedia paling lambat bulan depan.

Selain itu, Pemkab Siak mendorong pengembangan investasi di sektor kesehatan. Dinas Kesehatan diminta menyiapkan proyek strategis, termasuk kerja sama pemanfaatan ruang hemodialisis (HD), yang nantinya dapat ditawarkan kepada investor melalui Siak Investor Summit.

Afni menegaskan seluruh instruksi tersebut harus segera ditindaklanjuti dan akan kembali dievaluasi. Pembenahan RSUD Tengku Rafi’an diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan, tetapi juga memperkuat pengelolaan keuangan dan fasilitas kesehatan bagi masyarakat.

Langkah tersebut menjadi penting setelah RSUD Tengku Rafi’an sebelumnya menghadapi gangguan pelayanan pada Maret 2026. Saat itu, sejumlah dokter spesialis ASN menghentikan layanan poliklinik akibat persoalan pembayaran uang kelangkaan profesi. **

Terkini