Meski Siak Zero Firespot, Bupati Afni Instruksikan Waspada Karhutla 24 Jam

Ahad, 23 Agustus 2026 | 22:19:28 WIB
Bupati Siak Dr Afni Zulkifli

MIMBARRIAU.COM  — Kabupaten Siak, Riau, dilaporkan berada dalam kondisi zero firespot atau nihil titik kebakaran hingga Ahad (23/8/2026). Meski sebelumnya sempat terdeteksi sekitar lima hingga enam titik hotspot melalui pantauan satelit, seluruh tim Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian Karhutla langsung diterjunkan untuk memastikan kondisi di lapangan.

Bupati Siak Dr Afni Zulkifli mengatakan, sejumlah titik yang sempat terindikasi sebagai hotspot ternyata tidak berkembang menjadi kebakaran besar. Jika ditemukan titik api berukuran kecil, petugas langsung melakukan pemadaman dan pengendalian. 

“Alhamdulillah, beberapa titik yang tadinya diduga hotspot atau firespot, kalau ada yang kecil sudah dapat dipadamkan dan yang lain juga dapat dikendalikan. Namun demikian seluruh tim satgas karhutla lintas instansi tetap mewaspadai karhutla 24 jam,” kata Afni.

Afni menyebutkan, kondisi tersebut menunjukkan kewaspadaan seluruh unsur dalam mengantisipasi Karhutla. Ia menegaskan tidak boleh ada celah bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan. 

“Tidak ada toleransi apapun terhadap para pelaku pembakar hutan, baik di kawasan hutan maupun di kawasan APL. 99% karhutla terjadi akibat perbuatan manusia. Biasanya sengaja dibakar untuk buka lahan. Kami terus didukung dan berkoordinasi dengan Forkompimda, terutama terkait penegakan hukum bagi pembakar lahan,” tegasnya.

Bupati perempuan pertama di Siak itu juga mengatakan, kualitas udara di Siak saat ini masih berada pada kategori sedang. Namun, Siak tetap berpotensi terdampak asap kiriman dari daerah sekitar yang mengalami kebakaran, salah satunya Kabupaten Pelalawan yang masih memiliki titik firespot cukup tinggi.

Karena itu, sambung Afni, dia menginstruksikan seluruh jajaran untuk mempertahankan kondisi zero firespot dengan meningkatkan pengawasan 24 jam. Pemkab Siak juga terus melakukan konsolidasi bersama Forkopimda, pemerintah provinsi, lembaga vertikal, serta Manggala Agni.

Selain itu, Afni dijadwalkan meninjau sejumlah lokasi pemantauan lokasi Tinggi Muka Air Tanah (TMAT) gambut di wilayah yang mulai menunjukkan tingkat kewaspadaan, termasuk Minas dan Tualang.

Pemantauan tersebut menjadi bagian dari strategi pencegahan agar lahan gambut tidak mudah terbakar selama musim kering.

“Walaupun tidak ada kebakaran di wilayah Siak, tetap harus waspada karena musim kering masih lama dan panjang,” ujar Afni. 

Mantan Tenaga Ahli Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup itu juga menyebutkan, Pemkab Siak akan menggelar rapat besar pada Selasa mendatang dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk organisasi masyarakat, PMI, Pramuka dan lembaga lainnya. Langkah itu dilakukan untuk memperkuat pengawasan bersama terhadap potensi Karhutla.

“Strategi yang kami lakukan di Siak adalah konsolidasi semua pihak. Kita mengeroyok bersama untuk melakukan pengawasan dan pencegahan. Karena kalau sudah terbakar akan sulit sekali melakukan pemadaman. Apalagi bila terjadi pada wilayah gambut,” ucap Afni. **

Terkini