Plt Gubri Minta Informasi Kualitas Udara dan Cuaca Ditampilkan di Videotron Pemprov Riau

Ahad, 23 Agustus 2026 | 22:07:16 WIB
ilustrasi gemini

MIMBARRIAU.COM  - Plt Gubernur Riau SF Hariyanto menegaskan informasi kualitas udara dan kondisi cuaca harus mudah diakses masyarakat, terutama di tengah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta sebaran asap di sejumlah wilayah Riau.

Ia meminta videotron milik pemerintah yang berada di ruang publik dimanfaatkan untuk menampilkan informasi kualitas udara dan cuaca. Menurutnya, informasi tersebut memang sudah tersedia dan dapat diakses masyarakat melalui situs BMKG, namun tidak semua warga memahami cara mengakses informasi tersebut secara daring.

"Jadi tidak hanya lewat ISPU. Kualitas udara harus kita tampilkan di videotron yang ada di ruang publik biar masyarakat luas tahu," kata SF Hariyanto, Minggu (23/8/2026).

Menurutnya, informasi yang ditampilkan harus dibuat sederhana dan mudah dipahami. Salah satunya dengan indikator warna, agar masyarakat mudah memahami dan dapat mengetahui kondisi kualitas udara dengan cepat.

"Jadi kalau kualitas udara sudah merah, masyarakat tahu artinya harus bagaimana dan bisa menyesuaikan aktivitas," ujarnya.

Selain kualitas udara, SF Hariyanto juga meminta informasi cuaca turut ditampilkan. Informasi tersebut dinilai penting untuk membantu masyarakat mengetahui kondisi terkini, sekaligus memahami perkembangan cuaca yang berkaitan dengan penanganan karhutla.

"Cuaca juga harus kita tampilkan, supaya masyarakat tahu kondisi hari ini dan bisa mengantisipasi," katanya.

SF Hariyanto meminta perangkat daerah terkait segera berkoordinasi agar informasi kualitas udara dan cuaca dapat ditampilkan melalui videotron di lokasi-lokasi strategis.

Ia juga meminta pemerintah kabupaten/kota dan kepolisian ikut menyebarluaskan informasi tersebut kepada masyarakat.

Langkah ini dilakukan agar masyarakat tidak hanya menerima imbauan, tetapi juga memiliki informasi aktual sebagai dasar untuk menyesuaikan aktivitas, terutama saat kualitas udara memburuk akibat asap karhutla. **

Terkini