MIMBARRIAU.COM – Aktivitas impor Provinsi Riau sepanjang Januari–Juni 2026 mengalami lonjakan signifikan.
Badan Pusat Statistik (BPS) Riau mencatat nilai impor mencapai US$1,875 miliar, naik US$1.059,27 juta atau 129,86 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Kepala BPS Riau, Asep Riyadi, mengatakan peningkatan tersebut dipengaruhi oleh naiknya impor migas maupun nonmigas. Impor migas meningkat US$27,34 juta atau 54,77 persen, sementara impor nonmigas melonjak US$1.031,93 juta atau 134,75 persen.
“Nilai impor Riau Januari–Juni 2026 mencapai US$1.875,00 juta atau naik 129,86 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini berasal dari peningkatan impor migas dan nonmigas,” ujar Asep, Kamis (20/8/2026).
Kenaikan impor juga terjadi pada Juni 2026. Nilai impor Riau tercatat US$247,18 juta, meningkat US$107,57 juta atau 77,05 persen dibandingkan Juni 2025.
Impor nonmigas menjadi penyumbang terbesar dengan nilai US$239,82 juta atau naik US$104,45 juta (77,16 persen). Sementara impor migas mencapai US$7,36 juta, meningkat US$3,12 juta atau 73,36 persen. Kenaikan impor migas tersebut terutama dipengaruhi meningkatnya impor hasil minyak.
Sepanjang Januari–Juni 2026, nilai impor nonmigas Riau mencapai US$1.797,73 juta, naik US$1.031,93 juta atau 134,75 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Nilai tersebut terutama disumbang sepuluh golongan barang utama nonmigas yang memiliki peranan 89,56 persen atau senilai US$1.610,09 juta.
Dari sepuluh golongan barang utama tersebut, delapan di antaranya mengalami peningkatan. Lonjakan paling besar terjadi pada golongan kapal terbang dan bagiannya yang naik US$779,41 juta atau 54.918,49 persen.
Selain itu, impor kayu dan barang dari kayu meningkat US$82,83 juta atau 85,33 persen, mesin/peralatan listrik naik US$58 juta atau 478,24 persen, pupuk meningkat US$37,49 juta atau 21,96 persen.
Kemudian, bahan kimia anorganik naik US$26,96 juta atau 90,78 persen, bahan kimia organik meningkat US$24,60 juta atau 45,20 persen, garam, belerang dan kapur naik US$15,85 juta atau 44,75 persen, serta gandum-ganduman meningkat US$11,27 juta atau 43,95 persen.
Sementara itu, dua golongan barang utama nonmigas mengalami penurunan, yakni bubur kayu (pulp) sebesar US$28,69 juta atau 30,28 persen dan mesin-mesin/pesawat mekanik sebesar US$1,32 juta atau 1,61 persen.
Pada Juni 2026, nilai impor dari sepuluh golongan barang nonmigas utama mencapai US$210,86 juta. Angka tersebut meningkat US$101,26 juta atau 92,39 persen dibandingkan Juni 2025.
"Dari sisi negara asal, impor nonmigas Riau dari 13 negara utama selama Januari–Juni 2026 mencapai US$1.651,68 juta. Nilai tersebut meningkat US$1.026,01 juta atau 163,99 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," Cakapnya.
Kenaikan tersebut terutama dipengaruhi meningkatnya impor dari sejumlah negara utama, seperti Prancis yang melonjak US$781,35 juta atau 25.306,31 persen, Tiongkok naik US$66,92 juta atau 51,89 persen, dan Vietnam meningkat US$54,82 juta atau 61,85 persen.
Berdasarkan kontribusinya terhadap total impor nonmigas, Prancis menjadi pemasok terbesar dengan kontribusi 43,63 persen atau US$784,44 juta.
"Selanjutnya Tiongkok menyumbang 10,89 persen atau US$195,86 juta dan Vietnam 7,98 persen atau US$143,45 juta. Sementara impor dari kawasan ASEAN mencapai 18,35 persen atau US$329,89 juta, sedangkan Uni Eropa menyumbang 50,83 persen atau US$913,75 juta," ungkapnya.
Untuk Juni 2026, nilai impor dari 13 negara utama mencapai US$204,58 juta, naik US$88,63 juta atau 76,44 persen dibandingkan Juni 2025.
Peningkatan terbesar berasal dari Finlandia yang naik US$58,74 juta atau 543,91 persen, Vietnam sebesar US$28,91 juta atau 249,38 persen, serta Tiongkok sebesar US$5,15 juta atau 26,09 persen. **