Peringatan Damai Aceh ke-21 di Masjid Raya Berakhir Ricuh

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:42:49 WIB
Massa dan aparat bentrok di Hari Damai Aceh, Polisi Tembakan Gas Air Mata

MIMBARRIAU.COM - Kericuhan pecah dalam momen peringatan hari Damai Aceh ke-21 di Masjid Raya Baiturrahman (MRB), Kota Banda Aceh, pada Sabtu, 15 Agustus 2026, sekitar pukul 11.00 WIB. Bentrokan antara warga dengan petugas keamanan itu bermula saat seorang warga yang memanjat tiang bendera di halaman Masjid Raya Baiturrahman.

Orang tersebut lalu menurunkan bendera merah putih dan menggantinya dengan bendera bulan bintang. Pengibaran bendera bulan bintang itu disambut yel-yel dari massa lainnya yang membuat situasi semakin memanas.

Salah satu peserta acara, M Jamil, mengatakan kegiatan itu adalah ajakan doa dan zikir bersama untuk perdamaian serta masyarakat Aceh yang lebih adil dan makmur. "Pengibaran bendera bulan bintang bentuk syukur kami," kata Jamil seperti dilansir dari Antara, Sabtu.

Beberapa saat setelah seseorang memanjat tiang bendera, letusan senjata api mulai terdengar dan memancing reaksi massa. Massa langsung bergerak ke arah letusan dan melempari sejumlah polisi yang berjaga dengan batu. Beberapa mobil yang parkir di sekitar area masjid tersebut juga tampak terkena lemparan hingga rusak.

Personel kepolisian sempat mengimbau massa untuk menghentikan aksi pelemparan dan segera membubarkan diri, tetapi tidak digubris. Polisi akhirnya menembakkan water canon dan gas air mata untuk memaksa massa bubar.

Sehari sebelumnya, puluhan masyarakat yang tergabung dalam koalisi masyarakat sipil peduli bencana juga melakukan aksi simbolis dengan membawa bendera putih. Massa mendesak agar pemerintah pusat segera menetapkan bencana ekologis di Aceh dan Sumatera sebagai bencana nasional.

Koordinator Aksi, Rahmad Maulidin, menilai tidak ditetapkannya status bencana nasional berakibat pada tidak jelasnya kebijakan rehabilitasi serta rekonstruksi. "Penetapan ini masih sangat relevan, karena penanganan pascabencana yang berlangsung di daerah terdampak belum berjalan maksimal," kata Rahmad, Jumat, 14 Agustus 2026.

Tempo berupaya mengonfirmasi ihwal kericuhan itu kepada Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Aceh, Komisaris Besar Joko Krisdiyanto. Namun pesan yang dikirimkan belum direspons hingga berita ini termit.  *

Terkini