Dulu Aliran Sungai Mati, Kini Danau Bakuok Jadi Surga Baru Wisata Riau

Ahad, 09 Agustus 2026 | 09:16:35 WIB

MIMBARRIAU.COM - Kawasan yang sebelumnya merupakan aliran sungai mati dari Sungai Kampar kini berubah menjadi kawasan wisata sekaligus infrastruktur pengendali banjir.

Perubahan tersebut terjadi di Danau Bakuok, Desa Aur Sati, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, setelah direvitalisasi Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Revitalisasi Danau Bakuok tidak hanya membuat kawasan tersebut lebih tertata sebagai ruang publik, tetapi juga meningkatkan kapasitas tampungan air.

Luas genangan danau yang sebelumnya sekitar 7 hektare kini bertambah menjadi sekitar 21 hektar.

Dengan kapasitas tampungan yang lebih besar, Danau Bakuok dapat menampung limpasan air ketika debit Sungai Kampar meningkat pada musim hujan. Fungsi tersebut membantu mengurangi potensi banjir di kawasan sekitarnya.

Danau Bakuok direvitalisasi Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera III, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA).

Revitalisasi dilakukan secara bertahap sejak 2022. Pekerjaan yang dilakukan antara lain pengerukan danau untuk meningkatkan kapasitas tampungan air, pembersihan gulma agar area genangan menjadi lebih luas, serta pembangunan turap beton untuk memperkuat tebing.

Selain fungsi sumber daya air, kawasan di sekitar danau juga ditata menjadi ruang publik. Infrastruktur yang tersedia antara lain jalur pedestrian, waterfront, ruang terbuka, dan lanskap hijau.

Penataan tersebut membuat kawasan Danau Bakuok dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai aktivitas, seperti berolahraga, bersantai bersama keluarga, hingga menikmati panorama matahari terbenam.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pembangunan infrastruktur tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan konektivitas, tetapi juga memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat, termasuk mendukung pengembangan destinasi wisata daerah.

"Kementerian PU berkomitmen terus mengawal pelaksanaan infrastruktur secara optimal dengan selalu memastikan kualitas, keberlanjutan, dan dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya sebagai dukungan kawasan pariwisata," ujar Dody, Sabtu (8/8/2026).

Berjarak 45 menit dari Pekanbaru Danau Bakuok berlokasi sekitar 45 menit perjalanan dari Kota Pekanbaru. Setelah kawasan ditata, danau tersebut semakin ramai dikunjungi wisatawan, terutama pada akhir pekan.

Kehadiran kawasan wisata yang lebih tertata juga diharapkan dapat memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.

Aktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kuliner, serta berbagai usaha masyarakat di sekitar danau berpotensi berkembang seiring meningkatnya kunjungan wisatawan.

Di balik fungsi wisatanya, Danau Bakuok tetap memiliki peran sebagai bagian dari infrastruktur sumber daya air.

Penambahan kapasitas tampungan melalui revitalisasi memungkinkan danau menampung lebih banyak limpasan air saat debit Sungai Kampar meningkat.

Sementara penataan kawasan memberikan fungsi tambahan sebagai ruang publik dan kawasan konservasi.

Revitalisasi tersebut membuat berbagai fungsi berada dalam satu kawasan, mulai dari pengendalian banjir, konservasi lingkungan, hingga pengembangan pariwisata dan ruang publik.

Danau Bakuok kini tidak lagi sekadar kawasan yang terbentuk dari aliran sungai mati. Setelah direvitalisasi, kawasan seluas sekitar 21 hektar itu menjadi bagian dari infrastruktur sumber daya air sekaligus ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat. **

Terkini