Didemo Atlet dan Pelatih, Pemprov Riau Akui Belum Punya Uang Bayar Sisa Bonus PON Rp 28 Miliar

Jumat, 07 Agustus 2026 | 07:58:18 WIB

MIMBARRIAU.COM  - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mengakui belum dapat membayarkan sisa bonus atlet dan pelatih peraih prestasi pada PON Aceh-Sumut dan Peparnas 2024 karena terkendala kondisi keuangan daerah.

Pengakuan itu disampaikan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Riau, Yurnalis, saat menemui ratusan atlet dan pelatih yang menggelar demonstrasi di Stadion Utama Riau, Pekanbaru, Kamis (6/8/2026).

Aksi tersebut dilakukan bertepatan dengan kegiatan senam bersama Pemprov Riau.

Massa berharap dapat menyampaikan tuntutan langsung kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto, namun yang menemui mereka adalah Kadispora Riau.

Yurnalis mengatakan, pemerintah tetap berkomitmen melunasi sisa bonus atlet dan pelatih. "Ini tetap menjadi atensi Pak Gubernur Riau. Buktinya SK untuk pembayaran sisa bonus sudah ditandatangani gubernur," ujar Yurnalis.

Meski demikian, ia mengakui pembayaran belum dapat dilakukan karena kas daerah belum mencukupi.

"Tetapi tetap jadi atensi. Tapi kalau uangnya belum ada mau apa kita? Tahap pertama kan sudah dibayar tahun lalu 50 persen. Sisanya 50 persen mau dibayarkan lagi. Total sisa bonus itu Rp 28 miliar lagi," kata Yurnalis.

Belum Bisa Pastikan Waktu Pembayaran Yurnalis mengatakan belum dapat memastikan kapan sisa bonus akan dibayarkan kepada atlet dan pelatih.

Namun, ia memastikan pembayaran akan segera dilakukan apabila anggaran telah tersedia.

"Kalau bicara waktunya kapan, saya tidak berani menyampaikan. Tapi, kita usahakan secepatnya. Kalau sudah ada uangnya langsung kita bayar. Tadi sudah sampaikan ke mereka, mohon bersabar dan dukungan serta doanya," pungkas Yurnalis.

Sebelumnya, ratusan atlet dan pelatih menggelar demonstrasi untuk menuntut pelunasan bonus prestasi PON Aceh-Sumut dan Peparnas 2024 yang hingga kini belum dibayarkan sepenuhnya.

Menurut para atlet, pemerintah baru merealisasikan sekitar 45 persen bonus yang dijanjikan. Mereka juga menyebut sempat dijanjikan pelunasan pada awal 2026, namun hingga kini belum terealisasi.

Kondisi tersebut membuat atlet dan pelatih kecewa karena bonus itu diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan hidup sekaligus membiayai persiapan menghadapi kejuaraan berikutnya. **

Terkini