Jalan Dalu-Dalu–Simpang Kanteh Terancam Rusak Akibat Maraknya Truk Bertonase Besar

Rabu, 15 Juli 2026 | 21:45:08 WIB

MIMBARRIAU.COM - Kondisi ruas Jalan Dalu-Dalu–Simpang Kanteh dikhawatirkan akan mengalami kerusakan parah akibat tingginya intensitas kendaraan bertonase besar yang melintas setiap hari.

Berdasarkan pantauan di lapangan, terlihat banyak truk pengangkut CPO (Crude Palm Oil), mobil tangki, serta kendaraan berat lainnya melintasi jalur tersebut, terutama di wilayah Rantau Panjang, Dalu-Dalu.

Masyarakat mengaku khawatir kondisi jalan akan semakin cepat rusak apabila tidak segera dilakukan pengawasan terhadap kendaraan yang melebihi kapasitas muatan. Jika kerusakan terus terjadi, masyarakatlah yang akan merasakan dampak paling besar karena jalan tersebut merupakan akses penting bagi aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan transportasi sehari-hari.

Di sisi lain, kondisi keuangan daerah saat ini dinilai masih terbatas. Masih banyak ruas jalan di Kabupaten Rokan Hulu yang belum mendapatkan perbaikan melalui APBD. Oleh karena itu, apabila Jalan Dalu-Dalu–Simpang Kanteh mengalami kerusakan berat, dikhawatirkan proses perbaikannya akan membutuhkan waktu yang lama dan semakin membebani anggaran daerah.

Sejumlah tokoh masyarakat mengimbau Dinas Perhubungan, pemerintah daerah, serta instansi terkait untuk segera mengambil langkah-langkah pencegahan sebelum kerusakan semakin parah.

Pengawasan terhadap kendaraan bertonase besar, penegakan aturan mengenai batas muatan, serta evaluasi terhadap aktivitas angkutan berat dinilai perlu dilakukan guna menjaga umur layanan jalan dan melindungi kepentingan masyarakat.

"Jangan sampai pemerintah baru bertindak setelah jalan hancur. Pencegahan jauh lebih baik daripada harus mengeluarkan biaya besar untuk membangun kembali jalan yang rusak," ujar salah seorang tokoh masyarakat.

Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait dapat segera melakukan tindakan nyata agar ruas Jalan Dalu-Dalu–Simpang Kanteh tetap layak digunakan dan tidak menjadi beban baru bagi masyarakat maupun keuangan daerah. *

Terkini