Muhajirin Siringo Ringo Sayangkan Flyer Turnamen Free Fire PSI Gandeng Logo KONI dan ESI Rohil

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:16:42 WIB

PEKANBARU – Aktivis sekaligus tokoh kebijakan publik, Muhajirin Siringo Ringo, menyayangkan beredarnya sebuah flyer turnamen Free Fire bertajuk "Tournament Offline Independent Day PSI x ESI Rohil Battle Royal" yang ramai beredar di media sosial.

Dalam flyer tersebut terlihat logo KONI, PSI, dan ESI Kabupaten Rokan Hilir, serta menampilkan sejumlah tokoh, di antaranya Presiden RI ke-7 Joko Widodo, Ketua Umum DPP PSI Kaesang Pangarep, Rusdi Masse Mappasesu, dr. Muhammad Maliki, Ketua KONI Kabupaten Rokan Hilir Riwansyah, dan Ketua ESI Kabupaten Rokan Hilir Oto Yanoko Raymanda.

Muhajirin mengaku sangat menyayangkan apabila kegiatan olahraga dikemas dengan identitas politik secara terbuka, terlebih setelah diketahui bahwa dr. Muhammad Maliki telah menjadi kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

"Seharusnya beliau sudah memahami bahwa organisasi olahraga yang berada di bawah naungan KONI harus dijaga independensinya dan tidak dicampur dengan kepentingan politik praktis. Sangat disayangkan olahraga digabungkan dengan politik dalam satu flyer seperti ini," ujar Muhajirin, Selasa (14/7/2026).

Menurutnya, pencantuman logo KONI serta foto Ketua KONI Kabupaten Rokan Hilir dalam flyer yang juga menonjolkan identitas partai politik dapat menimbulkan persepsi bahwa KONI ikut terlibat dalam kegiatan politik, padahal organisasi olahraga harus tetap netral.

Muhajirin juga menyoroti status Ketua KONI Rokan Hilir, Riwansyah, yang merupakan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Apalagi kita ketahui bersama bahwa Ketua KONI Rohil adalah seorang ASN. Hal-hal seperti ini harus menjadi perhatian karena ASN dituntut menjaga netralitasnya," katanya.

Ia bahkan meyakini Ketua KONI Rokan Hilir kemungkinan besar tidak mengetahui bahwa fotonya dicantumkan dalam flyer tersebut berdampingan dengan tokoh-tokoh politik PSI.

"Saya sangat yakin Ketua KONI Rohil, saudara Riwansyah, tidak mengetahui jika fotonya dicatut dalam sebuah flyer yang bersanding dengan tokoh-tokoh politik PSI. Karena itu saya berharap ada klarifikasi agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat," tegas Muhajirin.

Muhajirin berharap ke depan seluruh pihak dapat lebih berhati-hati dalam menggunakan simbol, logo, maupun foto pejabat dan pengurus organisasi olahraga, sehingga semangat pembinaan olahraga tetap terjaga dan tidak menimbulkan kesan adanya pencampuran antara kepentingan olahraga dengan kepentingan politik.

"Olahraga adalah milik semua masyarakat. Jangan sampai semangat sportivitas yang selalu kita junjung tinggi justru tercoreng karena dikaitkan dengan kepentingan politik praktis," tutupnya. **

Terkini