Karhutla di Pulau Serdang Masuk Hari Kedua Api Padam

Ahad, 12 Juli 2026 | 09:11:22 WIB

MIMBARRIAU.COM - Operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Dusun Pulau Serdang, Desa Bukit Selamat, Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau, memasuki hari kedua pada Sabtu (11/7/2026).

Tim gabungan berhasil memastikan tidak ada lagi titik api, meski kepulan asap masih terlihat di sejumlah bagian lahan gambut yang terbakar.

Berdasarkan laporan Manggala Agni Daops Sumatera V/Dumai, total luas lahan yang terbakar hingga hari kedua mencapai sekitar 7 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 2 hektare telah berhasil dipadamkan melalui operasi darat yang dilakukan sejak pukul 08.15 WIB hingga 16.30 WIB.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan fokus operasi saat ini adalah memastikan api tidak kembali muncul mengingat karakteristik lahan gambut yang masih menyimpan bara di bawah permukaan.

"Pada hari kedua operasi pemadaman di Dusun Pulau Serdang, api sudah nihil. Namun demikian, asap masih terpantau di beberapa titik sehingga tim tetap melaksanakan pemadaman, pendinginan, dan penyekatan untuk memastikan bara di bawah permukaan benar-benar padam serta mencegah kebakaran meluas maupun muncul kembali," kata Ferdian.

Ia menjelaskan, proses pemadaman melibatkan satu regu Manggala Agni Daops Sumatera V/Dumai bersama personel Polri, TNI, Satpol PP Kecamatan, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta masyarakat setempat.

"Penanganan karhutla dilakukan secara terpadu bersama seluruh unsur di lapangan. Sinergi ini sangat penting agar pengendalian kebakaran dapat berjalan lebih cepat dan efektif, terutama di lahan gambut yang memiliki tingkat kesulitan lebih tinggi dalam proses pemadaman," ujarnya.

Ferdian menambahkan, kondisi lahan yang didominasi gambut dengan vegetasi ilalang, semak belukar, dan kelapa sawit menjadi tantangan tersendiri dalam proses pemadaman. Selain itu, ketersediaan bahan bakar alami di lokasi masih cukup banyak sehingga tim tetap melakukan penyekatan untuk mencegah api merambat ke area lain.

Selama operasi berlangsung, tim memanfaatkan sejumlah peralatan pemadaman, di antaranya drone Mavic 3 Pro untuk pemantauan udara, dua unit minisitiri lengkap, satu unit mobil Hilux, serta dua kendaraan roda dua guna mendukung mobilisasi personel di lapangan.

Sumber air untuk pemadaman diperoleh dari dua parit di sekitar lokasi dengan lebar masing-masing sekitar dua meter dan kedalaman kurang lebih satu meter. Kondisi cuaca sepanjang hari dilaporkan cerah berawan dengan kecepatan angin sekitar 11 kilometer per jam.

Menurut Ferdian, hingga saat ini tim gabungan masih terus memantau perkembangan kondisi di lokasi kebakaran.

"Kami akan terus melakukan monitoring dan pendinginan sampai dipastikan lokasi benar-benar aman. Prioritas kami adalah mencegah kebakaran meluas serta mengantisipasi potensi munculnya titik api baru di area yang masih mengeluarkan asap," pungkasnya. **

Terkini