Buron Kabur dari Rutan Pekanbaru Ditangkap Saat Dekati Warga yang Masak Rendang Kurban

Kamis, 28 Mei 2026 | 05:59:02 WIB
ilustrasi

PEKANBARU – Pepatah “sepandai-pandai tupai melompat akhirnya jatuh juga” tampaknya menjadi akhir dari pelarian Nasriyatno alias Cili, warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IA Pekanbaru yang sempat kabur sejak Minggu (24/5/2026) lalu.

Pelarian pria tersebut akhirnya berakhir pada Rabu (27/5/2026) sekitar pukul 14.56 WIB di kawasan Rumbai, Pekanbaru. Ironisnya, pelariannya kandas bukan karena operasi intelijen besar-besaran, melainkan karena rasa lapar yang memaksanya keluar dari tempat persembunyian.

Menurut informasi warga, Cili diduga mendekati lokasi pemotongan hewan kurban setelah mencium aroma masakan rendang yang tengah dimasak warga menjelang Hari Raya Idul Adha.

“Katanya dia keluar karena lapar. Kebetulan di dekat situ memang lagi masak rendang untuk kurban,” ujar salah seorang warga di lokasi kejadian.

Suasana yang awalnya hangat dengan aktivitas gotong royong warga mendadak berubah tegang ketika masyarakat menyadari pria yang datang tersebut merupakan buronan yang sedang dicari aparat.

Warga dengan sigap langsung mengepung dan mengamankan Cili sebelum akhirnya diserahkan kembali kepada petugas.

Kepala Rutan Kelas IA Pekanbaru, Erwin Siregar, membenarkan penangkapan tersebut. Ia mengatakan pihaknya kini tengah melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap narapidana tersebut.

“Benar, sudah ditangkap,” ujar Erwin singkat kepada awak media.

Namun demikian, pihak Rutan belum memberikan penjelasan rinci terkait kondisi maupun hasil pemeriksaan awal terhadap Cili.

“Saat ini masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” tambahnya.

Sebelumnya, aksi kabur Cili pada Minggu sore menjelang magrib sempat menghebohkan masyarakat Pekanbaru. Pria yang menjalani hukuman 1 tahun 1 bulan penjara dalam kasus pencurian itu diduga memanfaatkan kelengahan petugas saat pergantian sif jaga.

Ia disebut berhasil melompati pagar dan tembok pembatas rutan sebelum menghilang di tengah kondisi menjelang malam yang mulai gelap.

Kaburnya warga binaan tersebut sempat memicu sorotan publik terhadap sistem keamanan Rutan Kelas IA Pekanbaru. Menanggapi hal itu, pihak rutan memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan agar kejadian serupa tidak kembali terulang. **

Terkini