Pernah Disanksi KLHK, PT JJP Kembali Menuai Polemik Akibat Asap Incinerator Dekat Sekolah

Senin, 25 Mei 2026 | 15:32:45 WIB

PEKAITAN - Polemik operasional incinerator milik PT Jatim Jaya Perkasa (JJP) di Kecamatan Pekaitan, Kabupaten Rokan Hilir, terus menjadi perhatian publik. Setelah warga mengeluhkan asap pembakaran limbah yang berada dekat kawasan sekolah dan permukiman, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Rohil akhirnya angkat bicara. 

Kepala DLH Rohil, Suwandi, mengatakan pihaknya akan menurunkan konsultan dari Pekanbaru untuk melakukan pengambilan sampel udara di lokasi incinerator tersebut.

Namun proses itu belum bisa dilakukan dalam waktu dekat karena pihak konsultan masih memiliki pekerjaan lain.

“Setelah lebaran, awal bulan Juni nanti konsultan dari Pekanbaru akan turun untuk mengambil sampel udara,” ujar Suwandi.

Ia juga mengakui DLH Rohil saat ini belum memiliki alat pengujian kualitas udara sehingga harus melibatkan pihak konsultan eksternal.

“Kami memang tidak memiliki alat untuk melakukan uji udara,” katanya.

Selain itu, Suwandi menyebut pihaknya sudah meminta PT Jatim Jaya Perkasa untuk menghentikan sementara aktivitas pembakaran janjangan kosong sampai proses pemeriksaan dan pengambilan sampel udara selesai dilakukan.

“Kami sudah minta pihak perusahaan menghentikan sementara pembakaran janjangan kosong itu,” tegasnya.

Sebelumnya, keberadaan incinerator PT JJP menuai sorotan karena disebut hanya berjarak sekitar 200 meter dari sekolah dan permukiman warga. Masyarakat khawatir asap hasil pembakaran limbah dapat berdampak terhadap kesehatan, terutama bagi anak-anak sekolah yang setiap hari berada di sekitar lokasi. 

Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan. Dalam sejumlah kasus sebelumnya, PT Jatim Jaya Perkasa juga pernah terseret persoalan lingkungan hidup dan pencemaran. Bahkan KLHK sempat menghentikan operasional perusahaan terkait dugaan emisi yang melampaui baku mutu udara. 

Kini masyarakat berharap pengambilan sampel udara dilakukan secara transparan dan hasilnya diumumkan ke publik agar warga mengetahui apakah emisi dari incinerator tersebut benar-benar aman bagi kesehatan lingkungan sekitar. (Rin) 

Terkini