Sejarah Terukir! Askar Bertuah Resmi Kantongi Lisensi Profesional Super League untuk Pertama Kalinya

Kamis, 14 Mei 2026 | 14:00:23 WIB
Sebelah Kiri: Chief Operating Officer (COO) PSPS Pekanbaru, Edward Riansyah bersama Sekretaris PSPS Pekanbaru, Muhammad Teza Taufik

PEKANBARU - PSPS Pekanbaru resmi mendapatkan lisensi Super League dari I.League. Lisensi tersebut didapatkan PSPS setelah I.League resmi mengumumkan Hasil Club Licensing Cycle 2025/2026, Rabu (13/5/2026).

Lisensi Super League ini merupakan pertama kalinya bagi PSPS Pekanbaru sejak berdirinya klub. Tentunya, pencapaian ini menandai langkah besar Askar Bertuah sebagai julukan PSPS, sekaligus membuktikan keseriusan klub melalui jajaran manajemen dalam mewujudkan profesionalisme di segala aspek.

Lisensi ini merupakan bagian dari komitmen peningkatan profesionalisme dan tata kelola klub sepakbola Indonesia sesuai regulasi nasional maupun standar AFC.

Secara umum, proses penilaian lisensi klub telah berlangsung sejak Juli 2025 dan mencakup lima aspek utama. Untuk mendapatkan lisensi tersebut, klub harus memenuhi lima unsur yakni sporting (olahraga/pembinaan usia dini), infrastructure (infrastruktur), personel dan administration (administrasi dan sumber daya manusia), legal (hukum), dan finance (keuangan).

Lima unsur tersebut harus terpenuhi dan mendapat penilaian secara ketat. Apabila ada satu unsur tidak terpenuhi maka klub tersebut tidak lolos verifikasi.

Berdasarkan hasil Club Licensing Cycle tersebut, PSPS dinyatakan memenuhi syarat dan lolos verifikasi lisensi klub profesional dan berhak mendapatkan status granted kategori Super League. Hal itu tertuang dalam surat resmi keputusan Club Licensing Commite nomor 035/CLC-LI/V/2026.

"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur PSPS Pekanbaru berhasil lolos dalam klub lisensi ini. Ini adalah pencapaian yang sangat berarti bagi seluruh orang yang berada didalam manajemen, karena untuk pertama kalinya dalam sejarah PSPS berhasil meraih lisensi klub profesional," ujar Teza, Sekretaris Tim PSPS Pekanbaru.

Dikatakannya, sejak awal musim bergulir, lisensi ini merupakan target utama dan perintah dari Presiden Klub Bapak I Gede Widiade.

"Jadi memang menjadi fokus utama kami," ucapnya.

Dalam prosesnya, PSPS Pekanbaru mengutus dirinya untuk memimpin dan mengerjakan rangkaian pemenuhan dan penilaian lisensi klub ini.

Teza mengatakan, dalam proses lisensi klub ini, keputusan club licensing terbagi dalam tiga kategori yakni Granted (diberikan), granted with sanction (diberikan dengan catatan) dan rejected (tidak diberikan).

"Prosesnya cukup ketat dan mendalam. Nyaris satu tahun kita didalam manajemen bekerja untuk ini, tidak hanya mengurus dokumen, tapi kami juga diminta menunjukkan implementasi nyata dilapangan. Alhamdulillah akhirnya kita lolos lisensi klub ini walaupun kita belum di Liga 1 (Super League) tapi pengelolaan klub ini sudah sangat sehat dan profesional setara dengan klub-klub Liga 1 (Super League)," terangnya.

Namun begitu, ada satu catatan agar semakin sempurna, seperti ada beberapa dokumen stadion dan penerangan lampu yang sedikit lagi memenuhi lux standar tingkat nasional. Kedepan pihaknya akan memenuhi dengan kolaborasi dukungan Pemerintah Provinsi Riau.

Setelah melalui verifikasi ketat, PSPS Pekanbaru menjadi salah satu dari delapan klub Liga 2 (Championship) yang dinyatakan lolos tanpa catatan atau granted oleh Komite Lisensi Klub Independen ileague dan AFC. Sementara 12 Klub lainnya mendapat status rejected (tidak diberikan) dan terancam mendapat pengurangan poin saat memulai kompetisi 2026/27 mendatang.

Pada lisensi Super League, total 25 klub memperoleh status Granted, termasuk 16 klub pemegang lisensi ACL 2 yang secara otomatis juga memenuhi persyaratan lisensi Super League, serta 9 klub lainnya yakni PSIM Yogyakarta, PSS Sleman, Persipura Jayapura, PS Barito Putera, Deltras FC, Adhyaksa FC, Garudayaksa FC, PSPS Pekanbaru, dan PSMS Medan.

Sedangkan untuk kategori lisensi AFC Champions League Two (ACL 2), sebanyak delapan klub Super League dinyatakan Granted dan delapan klub lainnya memperoleh status Granted with Sanctions. Klub yang mendapatkan status Granted adalah PSM Makassar, Persebaya Surabaya, Borneo FC Samarinda, Persita, Dewa United Banten FC, Persik Kediri, Persib Bandung, dan Persija Jakarta.

Sementara klub dengan status Granted with Sanctions adalah Bhayangkara Presisi Lampung FC, Arema FC, Semen Padang FC, Madura United FC, Bali United FC, Malut United FC, Persis Solo, dan Persijap Jepara.

Sementara itu, pada lisensi Championship, FC Bekasi City menjadi klub yang memperoleh status Granted. Kemudian, pada lisensi Liga Nusantara, 4 klub berhasil mendapatkan status Granted, yakni RANS Nusantara FC, PSGC Ciamis, Dejan FC, dan Persiba Bantul.

"Jika kita lihat lagi, di grup barat hanya PSPS Pekanbaru dan PSMS Medan yang berhasil mendapatkan lisensi ini, sementara Garudayaksa FC dan Adhyaksa FC Banten memang adalah tim yang harus memenuhi lisensi ini karena berstatus tim promosi ke Super League," pungkasnya. **

Terkini