Dampingi Korban Perundungan, Aktivis PPA Ricka Parlina Sambangi Polres Rohil Terkait Dugaan Kriminalisasi Orang Tua

Ahad, 10 Mei 2026 | 20:17:34 WIB

ROKAN HILIR – Aktivis Perempuan dan Anak Indonesia, Ricka Parlina, SH., mendatangi Mapolres Rokan Hilir (Rohil) pada Minggu (10/5/2026). 

Kedatangannya bertujuan untuk berkoordinasi terkait adanya Laporan Polisi (LP) di Polsek Kubu yang menyeret seorang Ibu Rumah Tangga, Leni Asmita, dan suaminya, Toni, sebagai terlapor dalam kasus dugaan tindak pidana pemerasan.

Kasus ini menyita perhatian publik lantaran Leni Asmita merupakan orang tua dari anak yang diduga mengalami perundungan (bullying) di SDN 003 Rantau Panjang Kanan. Namun, ironisnya, orang tua korban justru dilaporkan balik oleh pihak sekolah.

Kepada awak media, Leni Asmita mengungkapkan kebingungannya atas laporan tersebut. Ia mengaku hingga saat ini tidak mengetahui siapa oknum atau nama personal yang melaporkannya ke pihak berwajib. Bahkan, Surat Panggilan dari Polsek Kubu tertanggal 24 April 2026 yang ia terima tidak mencantumkan nama pelapor secara jelas.

Menyikapi hal ini, Ricka Parlina yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Gerakan Masyarakat Peduli Perempuan dan Anak (Germas PPA) menegaskan akan memberikan pendampingan penuh kepada Leni dan keluarganya.

"Saya akan mendampingi Ibu Leni dan anaknya sampai kasus ini terang benderang. Saya telah berkoordinasi dengan Polres Rohil terkait kasus dugaan pemerasan yang dilaporkan pihak sekolah, tempat anak Ibu ini mengalami perundungan," tegas Ricka, aktivis yang dikenal vokal memperjuangkan hak perempuan dan anak di Riau tersebut.

Ricka menilai, laporan pemerasan ini berkaitan erat dengan upaya keluarga mencari keadilan atas perundungan yang menimpa anak mereka. Pendampingan ini dilakukan guna memastikan tidak ada intimidasi atau kriminalisasi terhadap orang tua yang tengah memperjuangkan hak anaknya.

Di lokasi yang sama, Leni Asmita tampak tidak kuasa menahan haru. Sambil mengusap air mata, ia mengaku merasa sedikit lega atas kepedulian Ricka yang jauh-jauh datang dari Kota Pekanbaru untuk mengawal kasus ini.

"Saya merasa sedikit lega Ibu Ricka mau peduli dan datang jauh-jauh untuk memperjuangkan keadilan bagi kami, khususnya bagi anak saya yang mengalami perundungan di sekolah," tutur Leni dengan nada bergetar.

Kasus ini kini dalam pantauan serius aktivis PPA, dan diharapkan pihak kepolisian dapat bertindak objektif dalam melihat keterkaitan antara laporan dugaan pemerasan dengan latar belakang perundungan anak yang menjadi pemicu awal persoalan tersebut. (Yusuf) 

Terkini