4.357 calon haji gelombang pertama asal Riau telah berangkat ke Makkah

Rabu, 06 Mei 2026 | 10:07:36 WIB

MimbarRiau.com - Sebanyak 4.357 calon haji gelombang pertama mulai dari BTH 3 hingga 12 dari Provinsi Riau telah berangkat ke Tanah Suci Makkah Arab Saudi dari Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, Defizon, menyampaikan selain calon haji juga diberangkatkan 20 petugas haji daerah, 5 pembimbing kelompok bimbingan ibadah haji dan umrah, dan 40 petugas haji. Dengan begitu totalnya mencapai 4.422 yang telah berangkat.

"Sudah genap 10 kloter jamaah haji asal Provinsi Riau yang tergabung dalam gelombang pertama telah diberangkatkan menuju Arab Saudi,” katanya dalam keterangan diterima di Pekanbaru, Rabu.

Kloter terakhir gelombang pertama ini membawa 434 orang, terdiri atas jamaah haji, 2 PHD, 1 pembimbing KBIHU, serta 4 petugas kloter. Rombongan diberangkatkan menggunakan maskapai Saudi Airlines dari Batam, Selasa (5/5).

Dalam proses pemberangkatan Kloter itu terdapat satu calhaj asal Kabupaten Rokan Hulu yang batal berangkat. Selain itu, tiga dari Kabupaten Siak dan Rokan Hulu masih menjalani perawatan di Batam, didampingi oleh tiga orang pendamping.

"Pada kloter ini juga terjadi mutasi masuk, yakni satu jamaah dari Kloter BTH 03 asal Pekanbaru serta dua jamaah dari Kloter BTH 08 asal Rokan Hulu," ungkapnya.

Secara keseluruhan terdapat sejumlah jamaah yang mengalami penundaan atau batal berangkat. Di antaranya 10 orang dirawat di Batam serta 8 pendamping, 5 orang kembali ke daerah terdiri atas 3 sakit dan 2 pendamping, 2 orang sakit di daerah, 1 orang dalam kondisi hamil saat masuk embarkasi, serta 1 orang wafat di daerah.

Defizon mengingatkan seluruh jamaah untuk menjaga identitas, khususnya Kartu Nusuk yang menjadi dokumen penting selama pelaksanaan ibadah haji di Arab Saudi. Kartu ini menjadi akses utama untuk memasuki Makkah, Madinah, Masjidil Haram, hingga lokasi-lokasi suci lainnya.

"Kartu Nusuk merupakan kartu pintar resmi dari Pemerintah Arab Saudi yang memuat data profil jamaah, informasi medis, serta jadwal kegiatan ibadah. Tanpa kartu ini, jamaah tidak dapat mengakses berbagai fasilitas, termasuk di kawasan Armuzna,” pungkasnya. **

Terkini