Resmi Diberlakukan, Penyeberangan Ro-Ro Bengkalis Kini Gunakan Sistem Tiket Elektronik

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:42:37 WIB

BENGKALIS – Pemerintah Kabupaten Bengkalis resmi memulai babak baru transformasi digital di sektor transportasi angkutan penyeberangan antarpulau. 

Langkah strategis ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemkab Bengkalis dan PT Gerbang Berkah Solusi Indonesia (GBSI) terkait penerapan sistem tiket elektronik (E-Ticketing) kapal Roll on Roll off (Ro-Ro) rute Air Putih-Sungai Selari di Wisma Sri Mahkota Bengkalis, Selasa (5/5/2026).

Bupati Bengkalis, Kasmarni, menyebutkan bahwa kerja sama tersebut merupakan wujud komitmen nyata pemerintah daerah dalam mendorong percepatan modernisasi layanan publik. 

Sektor transportasi penyeberangan dinilai sangat vital dan menjadi prioritas karena berfungsi sebagai urat nadi utama mobilitas masyarakat maupun perputaran ekonomi yang membutuhkan efisiensi pelayanan setiap harinya.

Menurut Kasmarni, kehadiran sistem tiket elektronik ini akan mendongkrak tingkat transparansi serta akuntabilitas tata kelola pelayanan di pelabuhan secara signifikan. 

Lebih dari itu, inovasi berbasis teknologi digital ini dirancang khusus untuk memberikan jaminan tingkat kenyamanan yang jauh lebih baik bagi para pengguna jasa kapal Ro-Ro.

"Penandatanganan Nota Kesepahaman ini merupakan langkah konkret dalam mendorong transformasi digital di sektor pelayanan publik, khususnya pengelolaan tiket elektronik di Pelabuhan Roro Bengkalis," ungkap Bupati Kasmarni dalam sambutannya usai penandatanganan kesepakatan tersebut.

Penerapan sistem E-Ticketing ini ditargetkan mampu menjadi solusi paling efektif untuk mengurai masalah antrean panjang kendaraan yang selama ini kerap terjadi, terutama pada musim liburan. 

Penggunaan teknologi ini juga diyakini akan menertibkan arus kendaraan di area pelabuhan sekaligus menekan potensi penyimpangan prosedur dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Kasmarni menekankan bahwa tata kelola pelabuhan yang terdigitalisasi akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas birokrasi pemerintah di lapangan.

"Dengan demikian, pelayanan publik yang kita berikan dapat semakin profesional, modern, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat," jelasnya lebih lanjut.

Pembangunan di kawasan tersebut terus diupayakan agar dapat berjalan secara seimbang, mencakup pemenuhan infrastruktur fisik, dorongan pertumbuhan ekonomi, serta optimalisasi pemanfaatan teknologi dari pihak ketiga.

"Di satu sisi kita memperkuat pembangunan daerah, dan di sisi lain kita terus mendorong modernisasi pelayanan publik berbasis teknologi demi mewujudkan Kabupaten Bengkalis yang bermarwah, maju dan sejahtera serta unggul di Indonesia," tambah Kasmarni.

Acara penandatanganan ini disaksikan langsung oleh jajaran aparatur daerah seperti Sekretaris Daerah Bengkalis Ersan Saputra, Asisten Pemerintahan dan Kesra Ed Effendi, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Johansyah Syafri, serta Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Andris Wasono.

Turut hadir pula Ketua Pengadilan Negeri Bengkalis, Syahbandar, Kepala KSOP Kelas II Tanjung Buton, Kepala KSOP Kelas IV Bengkalis, pimpinan PT GBSI, manajemen perusahaan pelayaran, tokoh adat, dan sejumlah kepala perangkat daerah setempat. **

Terkini