Gunung Semeru Erupsi Beruntun Tujuh Kali Pagi Ini

Rabu, 04 Februari 2026 | 09:09:50 WIB
Gunung Semeru di Kabupaten Malang, Jawa Timur, 23 Oktober 2024. Akibat aktivitas vulkanik yang fluktuatif, jalur pendakian Gunung Semeru tetap ditutup total pada awal 2026. Prioritas pengelola saat ini adalah menjamin keselamatan pendaki dari potensi anca

MimbarRiau.com - ERUPSI beruntun Gunung Semeru dilaporkan terjadi sejak usai subuh hingga pagi ini, Rabu, 4 Februari 2026. Erupsi beruntun hingga tujuh kali itu pertama dilaporkan terjadi pukul 04.58 WIB hingga pada pukul 08.02 WIB.

Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru di Lumajang menyebutkan ketinggian kolom letusan teramati lebih kurang 300 meter hingga 800 meter di atas puncak. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tipis hingga hingga tebal ke arah timur laut. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi hingga 138 detik. 

Sedangkan hasil laporan kegempaan pada periode pengamatan pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB menyebutkan 20 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 10-22 mm dan lama gempa 72-152 detik. Tercatat pula 1 kali gempa guguran dengan amplitudo 5 mm dan lama gempa 76 detik.

Gempa embusan terekam sebanyak 7 kali dengan amplitudo 3-7 mm, dan lama gempa 40-101 detik. Selain itu terekam pula 4 kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 5-30 mm, S-P 13-41 detik dan lama gempa 33-147 detik.

"Tingkat aktivitas masih tetap di level siaga," kata Pelaksana Harian Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geolog (PVMBG) Badan Geologi Edi Slameto, dalam laporan tertulis, Rabu pagi, 4 Februari 2026.

Pada tingkat aktivitas Level III ini, PVMBG mengeluarkan rekomendasi antara lain tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi. 

Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak. Selain itu masyarakat diminta untuk tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.

Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Terkini