ROKAN HILIR – Pelayanan kesehatan di Puskesmas Teluk Merbau, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), menjadi sorotan tajam. Pasalnya, seorang pasien dilaporkan meninggal dunia dalam perjalanan saat dirujuk ke rumah sakit menggunakan jasa travel akibat ambulance puskesmas yang tidak siap pakai (standby), Senin (5/1/2026).
Insiden tragis ini memicu kecaman keras dari tokoh pemuda setempat, Muhajirin Siringo Ringo. Ia menyesalkan alasan klasik kerusakan kendaraan yang mengakibatkan nyawa warga tidak tertolong.
Muhajirin mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan klarifikasi langsung kepada Kepala Puskesmas (Kapus) Teluk Merbau, Hizul Rahmah. Dalam komunikasi tersebut, Kapus beralasan bahwa ambulance tidak bisa digunakan karena mengalami kerusakan pada baterai (aki).
"Alasannya ambulance rusak baterai dan sudah empat hari berada di rumah supirnya. Ini sangat aneh. Kalau hanya sekadar rusak baterai, kenapa tidak langsung diganti? Kenapa unitnya justru di rumah supir, bukan dibawa ke bengkel untuk segera diperbaiki?" cetus Muhajirin dengan nada kecewa.
Ia menilai alasan tersebut tidak masuk akal, mengingat ambulance adalah unit vital yang menyangkut nyawa manusia. Ketiadaan unit cadangan juga dipertanyakan, sebab rata-rata puskesmas di Rokan Hilir saat ini memiliki lebih dari satu armada ambulance.
Muhajirin meminta Kepala Puskesmas Teluk Merbau untuk lebih berinovasi dan tidak lamban dalam bekerja. Menurutnya, manajemen fasilitas kesehatan milik pemerintah seharusnya memiliki SOP yang cepat dalam menangani kendala teknis.
"Jangan lelet dalam bekerja. Jika kinerja puskesmas yang notabene milik pemerintah ini buruk, secara tidak langsung masyarakat akan menilai Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir tidak maksimal dalam melayani rakyatnya," tegasnya.
Kejadian pasien meninggal di dalam mobil travel ini diharapkan menjadi evaluasi besar bagi Dinas Kesehatan Rohil. Muhajirin berharap ke depannya tidak ada lagi alasan ambulance tidak tersedia di puskesmas mana pun di wilayah Rohil.
"Nyawa manusia tidak bisa menunggu birokrasi yang lambat. Kami harap ini yang terakhir. Fasilitas ada, anggaran ada, tinggal kemauan untuk mengelola dengan benar demi masyarakat," pungkasnya. **